UNIPA Maumere Latih Petani Desa Terisolir

MAUMERE – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Pertanian Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere melaksanakan berbagai kegiatan yang dipusatkan di Desa Khorobera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka yang merupakan salah satu desa terisolir.

“Pemilihan Desa Khorobera, karena potensi di sektor pertanian dan perikanan di desa ini besar dan desa ini masuk wilayah terisolir, akses masuk ke desa tersebut melewati jembatan gantung. Ini yang membuat kami merasa tertantang untuk masuk melakukan kegiatan di sana,” sebut Hendrikus Darwin Beja,SP,MSi, Senin (4/12/2017) sore.

Saat ditemui Cendana News di kampus Unipa Maumere, Hendrikus menjelaskan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di desa tersebut, yakni pembuatan pupuk organik padat dan cair, pengolahan pangan lokal, teknik sambung pucuk dan sambung samping pada tanaman kakao, penanaman pohon  serta pembuatan briket dari sekam padi.

Baca: Tanah Hibah Kampus UNIPA Dijadikan Lahan Pertanian

“Kegiatan berlangsung tiga hari sejak 24 sampai 26 November 2017. Selama kegiatan, kami dibagi menginap di rumah-rumah warga desa sehingga bisa berbaur dengan masyarakat di sana,” ungkapnya.

Karena Desa Khorobera terbagi dalam tiga wilayah dusun, yakni Dusun Wara yang berada di pesisir pantai, maka diadakan kegiatan penanaman pohon di pesisir pantai.

Di dusun Magetake dengan potensi tanaman perkebunan, diajarkan teknik sambung pucuk dan sambung samping pada tanaman Kakao. “Sementara di Dusun Baumoro dilaksanakan pembuatan pupuk organik cair dan padat serta membuat briket dari bahan sekam padi. Pembuatan pupuk organik menggunakan bahan lokal yang ada di lokasi desa seperti daun kringu, gamal dan lamtoro,” terangnya.

Untuk pembuatan pupuk organik cair, lanjut Hendrikus, dedaunan tersebut diiris kecil-kecil dan dicampur terasi, gula dan air kelapa, lalu diaduk. Setelah itu dilakukan fermentasi selama 14 hari untuk mendapatkan kualitas pupuk yang baik, di mana setiap harinya harus terus diaduk.

Kepala Desa Khorobera, Darius We’u, dihubungi Cendana News Senin (4/12/2017) malam, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian Unipa Maumere bekerja sama dengan Lanal Maumere dan SAR Maumere di desa mereka.

Masyarakat desa, sebut Darius, sangat senang, sebab ada nilai tambah yang didapat, di mana ilmu yang ada di kampus khususnya terkait Pertanian bisa dibagikan kepada masyarakat desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani untuk dipraktejkkan.

“Banyak hal yang masyarakat desa dapatkan dari kegiatan ini dan kegiatan ini saya akan jadikan berkelanjutan dengan menggandeng fakultas Pertanian Unipa agar lebih fokus lagi. Sumber daya manusia di desa kami sangat minim, sehingga dengan adanya pelatihan bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat,” jelasnya.

Lahan sawah di Desa Khorobera seluas 400 hektare, papar Darius, dan sebagian kecil masyarakat berdomisili di pesisir pantai juga berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, empat kelompok tani di desa ini  juga sudah mengikuti pelatihan terkait kakao di Cacao Learning Center yang ada di kecamatan Nita.

“Kami sedang merancang kerja sama untuk menindaklanjuti kegiatan yang sudah dilaksanakan, agar bisa dilaksanakan lagi dengan membuat program pelatihan kepada petani. Juga bagi ibu-ibu terkait pengolahan pangan lokal yang dengan banyak variasi masakan yang memiliki nilai gizi yang tinggi,” pungkasnya.

Lihat juga...