Gubernur Bali Minta Pengungsi Gunung Agung Bersabar

KARANGASEM – Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, meninjau Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung di Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (4/12/2017).

Gubernur didampingi Komandan Posko, Letkol Benny Rahardian, meninjau barang-barang kebutuhan para penyintas di gudang logistik yang juga berada di posko Tanah Ampo.

Saat peninjauan, Gubernur Bali berpesan untuk para pengungsi supaya bersabar dalam menghadapi situasi sekarang ini. Hal tersebut menanggapi keresahan warga yang harus mengungsi, karena ancaman erupsi Gunung Agung.

Pada konteks bencana alam, Pastika merespon bahwa pemerintah juga mengharapkan peristiwa ini tidak menimpa masyarakat. “Ya, resahlah, ya sabarlah, di sini diperlukan kesabaran. Cari kegiatan. Banyak pekerjaan di kota, misalnya orang membutuhkan tukang. Kesempatan itu masih banyak”, ujar Pastika.

Pastika juga berpesan kepada para pengungsi untuk kreatif mencari aktivitas. Gubernur melihat warga yang mengungsi lebih beruntung dibandingkan para pengungsi saat letusan 1963. Pemerintah saat itu tidak memberikan perhatian penuh terhadap warga yang mengungsi.

Sehubungan dengan aktivitas vulkanik Gunung Agung, Gubernur menyampaikan, tidak ada satu pun yang bisa menghentikan aktivitas Gunung Agung, kecuali Tuhan. Bila warga pengungsi mengalami penderitaan sekarang diharapkan untuk bersabar.

Pastika juga mengatakan, bahwa dirinya dulu juga pernah mengalami hal yang sama, yaitu sebagai penyintas di usia belia. “Transportasi juga akan kami maksimalkan untuk pendistribusian logistik hingga ke titik pos pengungsian, saya juga berharap pengungsi juga secara mandiri untuk mendapatkan barang kebutuhan dari kantor kecamatan tersebut”, imbuh Pastika.

Kunjungan Gubernur ke posko sekaligus ingin memastikan stok barang di Gudang logistik mencukupi kebutuhan di pos-pos pengungsian. Data pengungsi hingga 3 Desember 2017, pukul 18.00 waktu setempat sebanyak 60.049 jiwa yang tersebar di 214 titik.

Jumlah titik pengungsian terbanyak berada di Kabupaten Karangasem dengan 117 titik atau 34.228 jiwa. Pos pengungsi tersebar di 9 kabupaten, seperti Buleleng, Klungkung, Karangasem, Bangli, Tabanan, Kota Denpasar, Gianyar, Badung dan Jembrana.

Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali masih berstatus level IV (Awas), level tertinggi yang menunjukkan aktivitas vulkanik gunung api. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan status tersebut pada Senin, 27 November 2017, pukul 6 pagi waktu setempat. Masyarakat yang berada di kawasan berbahaya dievakuasi keluar dari kawasan merah.

Lihat juga...