Pasca Banjir 400 Lebih Sumur Warga Bantul Tercemar

YOGYAKARTA — Empat ratus lebih sumur warga di Kabupaten Bantul diketahui tercemar, akibat bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Hal itu mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan suplai air bersih.

Salah satunya dialami warga desa Sriharjo, Imogiri. Mereka mengaku tak bisa memanfaatkan air sumur mereka dan harus menunggu bantuan suplai air bersih dari pemerintah maupun pihak terkait.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto/Foto: Jatmika H Kusmargana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto, Sabtu (02/12/2017), mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bantul.

“Ada sekitar 400 lebih sumur warga yang tercemar karena banjir. Padahal air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Karena itu saat ini (penanganan kebutuhan air bersih) kita prioritaskan,” katanya Sabtu (02/12/2017).

Untuk mengatasi pencemaran sumur warga akibat banjir, pihak BPBD Bantul sendiri mengaku telah mulai melakukan pemebesihan sumur milik warga. Yakni dengan cara menguras atau menyedot air sumur menggunakan mesin disel.

“Sejak (Jumat) kemarin, kita sudah mulai menguras sumur warga dengan mesin disel. Sumur yang sudah dikuras, airnya langsung bisa digunakan,” katanya.

Selain menguras sumur warga, BPBD bersama pihak terkait dikatakan juga masih terus mensuplai kebutuhan air bersih bagi warga korban banjir dan longsor di Bantul. Puluhan mobil tangki dikerahkan untuk memasok air bersih pada warga.

“Suplai air bersih terus kita lakukan. Sambil melakukan penyedotan sumur, suplai air bersih jalan. Setiap hari kita kerahkan tangki hingga pukul jam 7 malam. Yang jelas sepanjang masih mampu kita terus penuhi kebutuhan air bersih warga,” katanya.

Lihat juga...