Demi Memburu Ikan Bilis, Nelayan Ketapang Tetap Nekat Melaut

LAMPUNG — Sejumlah nelayan di dusun satu desa Ketapang Laut kecamatan Ketapang masih tetap melaut untuk memburu ikan jenis bilis dan lapan lapan yang merupakan bahan baku pembuatan ikan asin bagi pengrajin ikan asin yang ada di wilayah tersebut.

Menurut Alung (30) salah satu nelayan menyebutkan, mereka secara rombongan masih berlayar dengan jarak sekitar dua ratus kepas dari bibir pantai dengan menggunakan kapal jenis kasko. Kapal jenis kasko tersebut dilengkapi dengan jaring kopek dengan panjang sekitar 200 meter dan lebar sekitar tiga meter.

Alung menyebutkan, kondisi angin kencang dan gelombang tinggi tidak separah di perairan Barat Lampung dengan adanya siklon tropis dahlia. Meski ada angin dan gelombang masih kencang, nelayan Ketapang masih cukup terlindung dengan keberadaan pulau Seram kecil, pulau Seram besar dan pulau Suling.

“Kami terpaksa tetap berangkat melaut karena jika tidak, kami kuatir tidak memperoleh uang untuk kebutuhan. Apalagi jenis ikan bilis dan lapan lapan justru berlindung di balik pulau kecil selama cuaca buruk sehingga kami memasang jaring kopek,” terang Alung saat ditemui Cendana News tengah melepaskan ikan dari jaring kopek bersama sejumlah nelayan lain, Sabtu (2/12/2017).

Alung berangkat dalam kondisi angin yang masih kencang dan gelombang tinggi sekitar pukul 03.00 subuh dan akan menepi sekitar pukul 09.00 untuk memisahkan ikan yang diperoleh dari jaring dikenal dengan istilah “ngegibrik” atau mengibaskan jaring agar ikan lebih mudah terlepas. Proses tersebut membutuhkan sebanyak lima hingga delapan orang nelayan dan membutuhkan waktu hingga satu jam.

Mereka berhasil menangkap ikan bilis dan ikan lapan lapan dengan jumlah sekitar 200 kilogram hingga 300 kilogram sekali melaut.

Untuk ikan lapan lapan dijual dengan harga Rp500.000 sebanyak 100 kilogram kepada pembuat ikan asin dengan harga Rp5.000 perkilogram dan sekitar Rp600.000 untuk ikan bilis dengan berat sekitar 200 kilogram dengan harga perkilogram Rp3.000.

Anggota kelompok nelayan lain pemburu ikan lapan lapan dan ikan bilis bernama Johan menyebut, nelayan Ketapang ikut terbantu dengan bentang alam pulau pulau kecil.

“Kami memang diuntungkan dengan kondisi angin barat namun saat terjadi angin Timur sebaliknya kami justru tidak berani melaut dan harus istirahat total,” terang Johan.

Lihat juga...