Pakistan Kutuk Serangan Houthi Terhadap Arab Saudi

ISLAMABAD – Pakistan mengutuk serangan rudal balistik terhadap Arab Saudi oleh gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi. Gerilyawan Al-Houthi menembakkan rudal balistik jarak-jauh pada Kamis (30/11/2017), serangan tersebut menjadi serangan kedua dalam satu bulan terkahir.

Beberapa laporan mengatakan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan rudal yang ditembakkan ke Kota Khamis Mushait di bagian selatan Arab Saudi.

“Pemerintah Pakistan menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengenai laporan tentang serangan rudal balistik kedua terhadap Kerajaan Arab Saudi, yang bersaudara. Pakistan dengan keras mengutuk serangan dan memuji tindakan tepat waktu oleh pasukan Arab Saudi untuk menghancurkan rudal itu dan mencegah hilangnya nyawa manusia,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan di Islamabad, Jumat (1/12/2017).

Pakistan, katanya, kembali menyampaikan solidaritas dan dukungan penuhnya buat pemerintah dan rakyat Arab Saudi, yang bersaudara. Islamabad menuntut pasukan anti-pemerintah di Yaman agar menentang serangan terhadap Kerajaan Arab Saudi.

Sementara itu tiga pasukan dari kelompok yang setia kepada mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas dalam hari kedua bentrokan dengan sekutu mereka sendiri, gerakan Houthi, di Sanaa. Kedua kelompok tersebut sama-sama berperang melawan pasukan gabungan pimpinan Saudi yang turut campur tangan dalam perang sipil Yaman selama 2,5 tahun dengan tujuan untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Sebuah pernyataan dari Partai Kongres Rakyat mengatakan bahwa tiga petempur tewas saat pasukan Houthi menyerang rumah Tarek Saleh, keponakan Ali Abdullah Saleh. Pernyataan tersebut menambahkan bahwa mereka juga mengepung kediaman Ibrahim Sharaf, seorang anggota partai dan menteri luar negeri pemerintah yang bermarkas di Sanaa.

“Houthi melanggar perjanjian gencatan senjata dan menyerang kediaman Kolonel Tarek dan menewaskan tiga pasukan serta melukai tiga lagi,” tambah pernyataan tersebut.

Bentrokan tersebut menunjukan adanya situasi yang rumit di Yaman. Ketika kelompok kubu Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi juga telah mengalami perpecahan internal antara kedua unsur mereka. Yakni pasukan yang mendukungn Hadi dan pasukan yang menginginkan kemerdekaan di wilayah selatan dukungan Uni Emirat Arab, anggota penting dalam pasukan gabungan pimpinan Saudi.

Sumber-sumber setempat mengatakan bahwa beberapa warga telah meninggalkan daerah-daerah di mana pertempuran, dengan melibatkan senjata berat dan senjata berpeluncur roket, meletus selama beberapa jam pada hari kedua bentrokan.

Empat pendukung Ali Abdullah Saleh tewas saat terjadi baku tembak di pusat kota Sanaa, setelah gerakan Houthi menyerang masuk ke kawasan masjid utama kota dan menembakkan RPG dan granat. (Ant)

Lihat juga...