Mensos: Puncak Cuaca Ekstrem, Semua Pihak Harus Miliki Kesiapsiagaan

YOGYAKARTA — Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa menyebut sebanyak 323 kabupaten kota di Indonesia beresiko tinggi terkena bencana. Baik itu bencana longsor banjir gunung meletus dan sebagainya.

Khofifah juga menyebut bulan Desember ini merupakan puncak cuaca ekstrem, sehingga semua pihak harus memiliki kesiapsiagaan dan kewaspadaan dengan lebih baik.

“Menurut BMKG cuaca ekstrem mencapai puncak pada bulan Desember ini. Mudah-mudahan kita bisa melewati ini dengan kesiapsiagaan lebih baik lagi,” katanya saat mengunjungi dan memberikan bantuan pada korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bantul, Sabtu (02/12/2017).

Mensos menyebut saat ini Indonesia sebenarnya sudah memiliki kemampuan mendeteksi bencana dengan baik. Termasuk bencana akibat pengaruh cuaca ekstim siklon tropis Cempaka dan Dahlia.

Meski begitu yang perlu diperhatikan saat ini adalah bagaimana informasi cuaca itu bisa disampaikan kepada aparat desa dan masyarakat.

“Siklon tropis ini merupakan hal baru. Maka harus jadi pembelajaran dan pengalaman bagi kita semua,” katanya.

Khofifah menilai Jogja selama ini dikenal sebagai pusat pembelajaran kegotongroyongan dan relawan. Sehingga potensi iti harus menjadi modal dalam membantu masyarakat korban bencana.

Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bantul/Foto: Jatmika H Kusmargana

Dalam kunjungannya, Mensos sendiri menyerahkan bantuan berupa uang santunan sebesar Rp15juta per ahli waris bagi korban meninggal bencana di DIY. Selain itu Mensos juga menyerahkan santunan Rp5juta bagi korban luka.

“Untuk rumah rusak akan diberikan bantuan Rp25juta dengan dana sharing budgeting. Sedangkan bantuan jaminan hidup sementara kita anggarkan Rp1,8milyar. Nanti akan kita ajukan lagi. Setiap warga rumahnya rusak akan mendapatkan jadub Rp900ribu. Mudah mudahan bisa cair setelah tangap darurat selesai,” katanya.

Lihat juga...