TPI Paotere Terapkan Pengelolaan Ikan Berkelanjutan

MAKASSAR — Hari sudah menjelang siang, ketika Cendana News memasuki tempat pelabuhan ikan  (TPI) Paotere di jalan Sabutung. Namun, aktivitas bongkar ikan masih terus berlangsung. Di antaranya ada kelompok nelayan ‘Tunas Sejahtera’ dari Makassar yang sibuk menyortir ikan-ikan hasil tangkapannya.

Kelompok nelayan ini terbentuk sejak 2010, dan menangkap ikan sampai bemil-mil jauhnya. Dalam penangkapan ikan, kelompok nelayan ini menggunakan alat tangkap jaring insang apung (Gill Net). Ini sejalan dengan program pemerintah dalam pengelolaan ikan berkelanjutan yang dicanangkan Dinas Kelautan dan Perikanan.

H Ilyas. -Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Menurut H. Ilyas, kelompoknya tidak menggunakan cantrang untuk menangkap ikan di laut. “Kami menggunakan jaring untuk menangkap ikan. Saya juga tahu jika cantrang adalah alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Sejak kelompok nelayan ini berdiri, kami manangkap ikan dengan cara legal”, ungkap H. Ilyas, Senin (27/11/2017).

Program pengelolaan ikan berkelanjutan merupakan program pemerintah kota Makassar yang sejak tahun lalu didengungkan. Salah satunya dilakukan dengan menyediakan pasar ikan hasil tangkap ramah lingkungan. Untuk itu, TPI Paotere Makassar menjalankan program TPI higienis.

Dengan pembangunan TPI higienis, ke depan akan menjaga dan mempertahankan program pengelolaan ikan berkelanjutan. TPI higienis ini juga diharapkan mampu menjaga kuantitas dan kualitas hasil tangkapan ikan, seperti menjaga kesegaran ikan dan terbebas bahan kimia berbahaya.

Menurut Drs. Abbas, Kepala UPTD TPI Paotere, pihaknya sedang merampungkan pengerjaan TPI higienis. “Hal ini untuk menjaga program pengelolaan ikan berkelanjutan tetap jalan. Bahkan, kami juga mengimbau nelayan yang menjual ikannya di sini, agar memperhatikan kualitas dan mutu ikannya. Karena kami sudah menyiapkan segala fasilitas yang memadai di tempat ini”, tutur Abbas.

Selain itu, dengan dibantu Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Makassar sering mengadakan pengawasan di TPI Paotere. Tidak hanya itu, pengelolaan ikan di TPI ini juga mengacu pada Perda nomor 13 tahun 2011, ditinjau dalam hal ketersediaan ikan dan kesejahteraan dalam pendapatan daerah.

Drs. Abbas, Kepala UPTD TPI Paotere. -Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Pengawasan lain juga dilakukan oleh pihak Paotere dengan melihat bentuk hasil penangkapan ikan yang terindikasi melakukan illegal fishing. Tidak hanya itu, Paotere juga satu-satunya pelabuhan di Sulawesi Selatan dan Barat yang dipercaya mengeluarkan sertifikat hasil tangkapan laut.

Abbas menambahkan, pihaknya bahkan mengeluarkan sertifikat hasil tangkapan ikan yang akan diekspor ke Eropa. “Ini melibatkan tim pengawas dari DKP provinsi dan diperhatikan kualitas ikannya, seperti kapalnya, alat tangkapnya dan hasil tangkapannya. Jika ada yang terindikasi melakukan illegal fishing, kami juga melakukan pembinaan serta hukuman untuk tidak menjual ikannya di tempat ini”, pungkasnya.

Lihat juga...