TOBOALI – Sekitar 22 hektare sawah di Desa Malik, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terendam banjir, karena hujan lebat mengguyur daerah itu.
“Puluhan hektare sawah terendam ini terancam gagal panen, karena tanaman padi rusak berat,” kata Petugas POPT Kecamatan Payung, Hotib, S.TP di Toboali, Minggu (5/11/2017).
Ia menjelaskan, tanaman padi yang terendam itu dengan usia padi rata-rata sudah mencapai 47 hari dan tidak lama lagi akan panen. “Kerusakannya berkisar 85 hingga 100 persen dan ini sudah masuk kategori puso atau gagal produksi,” katanya.
Hotib mengatakan, dengan kejadian ini masyarakat dipastikan mengalami kerugian yang cukup besar. “Hujan beintensitas sedang hingga lebat beberapa hari mengakibatkan puluhan sawah petani terendam banjir. Apalagi, belum adanya saluran irigasi untuk mengurangi debit air sawah petani,” katanya.
Menurut dia, sawah ini merupakan program cetak sawah 2017 dan belum tersedia saluran irigasi serta ditambah ada pedangkalan alur sungai Nambi. “Memang lahan sawah ini baru dicetak dan belum ada irigasi, sebaiknya Pemda segera merencanakan untuk dibangun saluran irigasi,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah daerah maupun pusat melalui dinas terkait agar permasalahan banjir bisa diatasi, seperti pembangunan saluran irigasi dan pengerukan aliran sungai.
Saat ini, petani Desa Malik sangat antusias menyambut program pemanfaatan cetak sawah dan mereka berharap dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. (Ant)