MAUMERE – Pemda Sikka telah menjalin kerjasama dengan Pemda Batang di provinsi Jawa Tengah dalam memberikan pelatihan terkait penerapan Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (SIMONEP) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Sikka.
“Kami sudah melakukan kerja sama sehingga Pemda Batang sudah datang ke Sikka dan memberikan pelatihan kepada ASN sejak Senin (20/11/2017) dalam mendukung penerapan E–Government sehingga transparansi dan akuntabilitas bisa tercapai demi terwujudnya satu Sikka yang Mandiri dan Sejahtera,” kata Drs. Yoseph Ansar Rera, Rabu (22/11/2017).
Kepada Cendana News, Ansar sapaannya menegaskan, dari waktu ke waktu pihaknya berusaha untuk membenahi sistem pengolahan keuangan dalam sistem pemerintahan yang selama ini diterapkan E- Budgeting dengan sistem SIMDA. Baik itu di bidang pendapatan, belanja dan sebagainya.

“Kita bermaksud supaya E-government itu diterapkan secara menyeluruh karena itu ada E-Budgeting dan yang sekarang ini SIMONEP. Di Indonesia sudah ada kabupaten yang sangat berhasil yaitu Kabupaten Batang sehingga kami sudah melakukan kerja sama sejak beberapa bulan lalu,” ungkapnya.
Dikatakan Ansar, secara manual atau secara sistem di tingkat desa, desa di kabupaten Sikka lebih maju. Desa Nita, misalnya, menjadi contoh dan teladan nasional soal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sementara di tingkat kabupaten baru memulai.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pemda Batang yang datang ke sini untuk melatih para peserta. Sebab kalau kita ke kabupaten Batang berarti hanya beberapa orang saja padahal kita mau seluruh OPD harus bisa menerapkan ini,” tutur Ansar.
Ansar juga menegaskan, para ASN yang sudah mendapatkan pelatihan dan ditempatkan di sebuah OPD tentu tidak akan dipindahkan ke bagian lain. Sebelum mampu menerapkan ilmu yang didapat dan menularkan kepada penggantinya agar sistem yang sudah terbentuk bisa terus dijalankan dan ditingkatkan.
“Ini menjadi perhatian bagi saya karena begitu selesai pelatihan dan langsung pindah berarti akan hilang sistemnya. Jadi kepada para peserta yang ikut pelatihan saya imbau agar pengetahuan yang ada ini segera dibagikan kepada yang lain,” pesannya.
Femy Bapa, Kepala Bagian Pembangunan Setda Sikka menjelaskan, penerapan SIMONEP bertujuan untuk dapat mencatat perkembangan pelaksanaan kegiatan pembangunan secara berkala, mengevaluasi kinerja pelaksanaan fisik dan keuangan kegiatan APBD. Serta untuk mengidentifikasi masalah dan penyimpangan yang muncul.
Penerapan SIMONEP juga, kata perempuan yang pernah menjabat Plt. Kadis PU Sikka ini, berfungsi merumuskan masalah, membuat laporan kemajuan fisik dan keuangan secara rutin dalam kurun waktu yang pendek. Serta untuk mengevaluasi pencapaian indikator kinerja mulai dari efisiensi anggaran, efektivitas hasil dan manfaat dari program atau kegiatan.
“Artinya ada sistem pelaporan pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sikka secara periodik, sistematis, terukur, up to date dan transparan,” terangnya.
Femy juga menambahkan, peserta pelatihan tahap pertama adalah pejabat program pada masing – masing OPD di kabupaten Sikka dan tahap kedua akan dilakukan pada tahun 2018 yang lebih difokuskan kepada sekolah-sekolah.