[Review] ‘Knight Kris’, Kisah Heroik Bocah Menjadi Ksatria Super
JAKARTA — Bagaimana kalau seorang bocah menemukan sebuah pedang tentu senang dan langsung dimain-mainkan dengan penuh kegembiraan. Penemuan benda yang sebenarnya adalah keris itu yang kemudian merubah jalan hidup sang bocah. Kemudian banyak kejadian yang membuat dirinya berubah menjadi ksatria super dan menghadapi seorang raksasa yang buas, sangar dan kejam.
Demikian yang mengemuka dari film animasi ‘Knight Kris’. Sebuah film yang berkisah tentang heroiknya bocah menjadi ksatria keris demi menyelamatkan manusia dari ancaman seorang raksasa yang buas, sangar dan kejam.
Film ini diawali dengan narasi prolog mengenai lahirnya seorang pangeran di sebuah kerajaan, yang kemudian setelah besar menjadi pemuda yang tamak dan sombong. Nafsu serakah membuatnya ingin menjadi seorang yang sangat berkuasa. Untuk mendukung ambisinya, ia memperlajari ilmu hitam dari para guru sihiir di seantero negeri.
Hingga kemudian dia menjelma menjadi raksasa bernama Asura. Tapi harapannya menjadi orang yang sangat berkuasa dihalang-halangi seorang pendekar. Pertarungan seru tak terelakan, sampai pendekat itu menghujamkan kerisnya hingga menancap di kepala Asura yang membuat Asura tak berkutik. Penduduk membangun candi di sekitar tubuh Asura. Candi itu dibuat untuk mencegah setiap orang melihat wujud asli sang Asura murka!
Setelah itu, adegan beralih ke kisah bocah bernama Bayu, dari Desa Hening, yang menemukan keris yang tertancap kuat di dalam sebuah candi kuno. Bayu pun memperoleh kesaktian menjadi seseorang ksatria super. Pada saat yang sama, raksasa Asura keluar dari kungkungan, mengamuk di sekitar desa, menghancurkan segalanya dan mengubah penduduk desa menjadi patung batu. Termasuk ayah sang bocah juga menjadi batu.
Ditemani Rani, sepupunya, Bayu menemui Empu Tandra, seekor kera yang mengaku menjadi pemilik keris itu sebelumnya. Empu Tandra mengisahkan riwayat keris itu dan bagaimana keris itu bertebaran karena dipakai untuk mengungkung Asura. Mereka bersama-sama menghadapi Asura dan para Prajurit Bayang.
Film produksi SSS Pictures dan Viva Fantasia Animation dengan arahan duo sutradara Antonius dan Andrew Radithia ini cukup menghibur. Anak-anak yang paling suka menonton film animasi ini dibuat tegang sepanjang film ini. Keseruan pertempuran dalam film ini membuat anak-anak dipompa adrenalinnya. Tentu harus dimasukan pesan bahwa kebaikan akan melawan kejahatan.
Penggarapan film animasi full computer generated imagery (CGI) ini cukup bagus dan tak kalah dengan karya animasi luar negeri. Memang sudah saatnya anak bangsa menunjukkan karya animasi yang bisa dibanggakan. Ceruk pasar film animasi memang sangat besar. Strategi kebudayaan dengan karya animasi yang membawa pesan postif seperti ini tentu harus didukung pemerintah yang menjadi penentu kebijakan.
Film animasi ini diisi suara oleh Deddy Corbuzier, Chika Jessica, Kaesang Pangarep, Stella Cornelia, Bimasakti dan Santosa Amin, yang rata-rata cukup bagus. Terutama Santosa Amin, dubber yang sudah sangat berpengalaman dalam alih suara (dubbing). Fim animasi ini tayang pada 23 November 2017.
