{Review] ‘Eiffel i’m in Love 2’, Balada Cinta Adit dan Tita

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Jika sudah cukup umur tapi masih jomblo alias sendiri tentu selalu ditanya, kapan kawin? Begitu juga dengan Tita yang diperankan Shandy Aulia yang diberondong pertanyaan oleh teman-temannya yang rata-rata sudah menikah. Tita tampak kelabakan dan tak tahu harus menjawab apa karena hubungannya sudah berjalan 14 tahun dengan Adit (Samuel Rizal) dan masih tak ada kejelasan.

Tita kini mulai dilanda kegelisahan karena Adit tidak kunjung melamarnya, sementara kedua sahabatnya, Nanda (Shakira Alatas) dan Uni (Saphira Indah), sudah menikah. Samuel Rizal dan Shandy Aulia termasuk salah satu pasangan romantis dalam dunia perfilman Indonesia, lewat film ‘Eiffel i’m in Love’ yang mereka bintangi pada 2003. Lebih dari 2,8 juta penonton menjadi saksi kisah antara Adit dan Tita yang berlatar Kota Paris, Prancis.

Kini sekuel filmnya: ‘Eiffel i’m in Love 2’ yang masih berlatar kota romantis, Paris, dengan Menara Eiffel menjadi landmarknya. Dinamai sesuai nama perancangnya, Gustave Eiffel, menara kerangka besi itu dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine, Paris, yang menjadi ikon global Perancis. Di sini kisah cinta Adit dan Tita bermuara.

Dalam film ‘Eiffel i’m in Love 2’, Tita digambarkan tipikal karakternya menjadi sosok perempuan yang masih dalam pencarian jati diri. Meski sudah menyandang gelar dokter hewan, tapi masih jomblo dan mengalami kegelisahan. Sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah masyarakat tentu ia harus bersosialisasi dan beradaptasi dengan norma yang berlaku umum di masyarakat.

Kariernya terbilang sukses menjadi seorang dokter hewan, tapi kalau masih jomblo tentu tak lengkapnya. Sebab manusia hidup diciptakan berpasang-pasangan. Pertengkaran demi pertengkaran dengan Adit membuat Tita jadi frustasi. Apalagi melihat Uni yang sudah menikah dengan Alan (Tommy Kurniawan), kakaknya, juga diwarnai pertengkaran sampai Uni “mengungsi” ke kamarnya. Bagaimana kalau ia nanti kalau menikah Adit? Belum nikah saja sering diwarnai pertengkaran, apalagi kalau sudah menikah.

Ketika pertama kali mendengar keluarganya mau pindah ke Perancis, Tita tentu senangnya bukan alang kepalang. Ia tentu akan bertemu langsung dengan Adit, juga akan memaksa Adit untuk secepatnya meneruskan hubungannya yang lebih serius, yaitu pernikahan. Berbagai harapan keindahan memang terbayang pada diri Tita, tapi kenyataannya jauh dari apa yang dibayangkan. Sampai bandara Perancis yang menjemput bukannya Adit, tapi supirnya yang tampak begitu setia mengikuti keluarga Adit.

Sampai ke rumah Adit di Perancis, Tita justru dikejutkan kenyataan Adit pulang bersama Celion, temannya. Lebih mengejutkan lagi, Adit cipika-cipiki dengan Celion, sehingga Tita tentu marah besar. Tita cemburu melihat kenyataan itu. Tapi Adit sebisa mungkin menjelaskan kalau di dunia Barat yang berlaku memang demikian. Sebagai bentuk keakraban memang harus cipika-cipiki.

Dari situ berulang terus-menerus pertengkaran demi pertengkaran antara Adit dan Tita, yang lebih banyak mengalah Adit. Meski demikian Tita semakin tak percaya pada Adit yang dianggapnya sudah punya kekasih di Perancis bernama Celion. Tita pun menegaskan bahwa ia memutuskan hubungan dengan Adit. Betapa keputusan itu terpaksa memang harus diambil.

Begitu Tita mengabarkan pada Adam bahwa ia sekarang putus hubungan dengan Adit. Adam secepatnya langsung ke Perancis, bahwasannya Adam memang suka pada Tita, bukan sekarang teman, tapi sudah benar-benar cinta. Lalu, bagaimana hubungan selanjutnya antara Tita dengan Adit? Apakah keduanya memang benar-benar putus atau masih ada harapan untuk kembali bersatu lagi? Kehadiran Adam sebagai orang ketiga, apakah semakin membuat Adit dan Tita menjauh atau itu hanya sebagai ujian cinta bagi cinta Adit dan Tita?

Menonton film ini, kita seperti menjelajah Paris yang indah nan romantis. Film ini memperlihatkan berbagai sudut kota Paris yang memang indah nan romantis. Sutradara  Rizal Mantovani mampu mengemas segala keindahan dan keromantisan dengan baik. Berulangkali terjadi antara Adit dan Tta bertengkar, tapi kemudian mesra lagi. Ketika keduanya bicara dan saling berargumentasi tampak bentrok tidak ada kecocokan hingga bertengkar lagi, tapi sebentar kemudian mesra lagi. Memang cinta menyatukan dua pribadi yang berbeda seiring waktu yang mendewasakan.

Akting Shandy Aulia kian matang. Ia mampu memainkan emosi penonton dengan karakternya yang menggemaskan, bahkan membuat penonton geregetan. Shandy kadang tampil polos penuh keluguan, tapi juga mampu tampil intelek sebagai seorang dokter hewan.

Sedangkan, akting Samuel Rizal cukup baik. Ia tampak berusaha untuk bisa mengimbangi akting Shandy. Pengalaman akting keduanya memang berbeda. Shandy lebih banyak teruji aktingnya karena membintangi banyak film. Tapi keduanya masih cukup baik menjalin chemistry sebagai sepasang kekasih yang puluhan tahun terpisah antara Paris, Perancis dan Jakarta, Indonesia.

Film ini menghadirkan dua latar budaya yang berbeda. Budaya Barat yang gaya hidup bebas dan budaya Timur yang masih terikat norma masyarakat. Cinta Adit dan Tita diuji kondisi kedua budaya itu yang tampak bertolak belakang, tapi sebenarnya bisa saling melengkapi. Seperti keduanya memang beda karakternya tapi cinta yang menyatukan mereka berdua seiring waktu yang mendewasakan.

Lihat juga...