BANTUL — Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pengepul bawang merah dan cabai di daerah ini memprioritaskan untuk mendistribusikan barang kebutuhan pokok ke pedagang pasar setempat.
“Kami sonding dengan beberapa pengepul di daerah Kretek, Sanden agar prioritas distribusi bawang merah dan cabai itu ke pasar tradisional yang ada di Bantul sendiri,” kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi di Bantul, Minggu (19/11/2017).
Baca: Kotim Perluas Lahan Bawang Merah
Menurut dia, prioritas distribusi ke pedagang pasar setempat itu menyikapi kenaikan harga bawang merah dan cabai saat ini yang diakibatkan karena cuaca hujan dan menyebabkan produksi panen sedikit terganggu.
Ia mengatakan, dengan mempriotaskan distribusi bahan pokok ke pasar tradisional setempat bisa menjamin stok barang tetap ada di pasaran dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat meskipun harganya mengalami kenaikan.
“Yang jelas barangnya itu ada, kalau ada kenaikan itu sudah barang tentu tapi tidak terlalu signifikan, pengalaman yang sudah sudah itu kan sudah naik barangnya tidak ada, nah itu yang menjadi masalah,” katanya.
Baca: Panen, Harga Bawang Merah Ponorogo Anjlok
Subiyanta mengatakan, apalagi di wilayah Bantul terdapat sentra produksi bawang merah dan cabai di wilayah selatan yang selama ini apabila panen melimpah menjadi penyuplai komoditas hortikultura itu ke daerah sendiri atau luar daerah.
“Karena komoditas hortikultura itu tidak tahan dalam beberapa hari, jadi dipenuhi dulu distribusi untuk stok di pasar, setelah itu ke luar. Jadi pasar-pasar di Bantul itu sebagian komoditasnya dari petani selatan Bantul,” katanya.
Menurut dia, berdasarkan pantauan petugas dinas di beberapa pasar besar wilayah Bantul, harga cabai merah keriting pada Oktober rata-rata sebesar Rp21.000 per kilogram, sementara pada minggu ketiga November naik menjadi Rp24.000 per kg.
Kemudian cabai merah teropong dari Rp20.000 per kg menjadi Rp23.000 per kg, sedangkan khusus untuk cabai rawit kenaikan mencapai sebesar Rp9.000 per kg, dari rata-rata Rp13.000 per kg naik menjadi sebesar Rp21.000 per kg.
Baca: Realisasi Produksi Bawang Merah Petani Kulon Progo 444,75 Ton
Selain komoditas cabai, kata dia, harga bawang merah pada November ini juga mengalami kenaikan dari rata-rata Rp18.500 per kg pada Oktober menjadi Rp23.500 per kg di November ini, atau naik sebesar Rp5.000 per kg.
“Kenaikan harga ini karena banyak tanaman terganggu cuaca, kemudian keterlambatan pengiriman dari luar. Tetapi tidak sampai menimbulkan gejolak karena barangnya ada, yang jadi masalah itu ketika harga naik barangnya tidak ada,” katanya.[Ant]