Presidium KAHMI Diminta Jaga Keberlangsungan Kaderisasi
MEDAN — Sembilan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terpilih sebagai Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) untuk masa bakti 2017 / 2022. Sejumlah harapan pun mengemuka, salah satunya mewujudkan database anggota secepatnya.
Kamrussamad berhasil meraih 431 suara dari total 447 Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI di seluruh Indonesia. Menyusul di belakangnya, Ade Komaruddin meraih 421 suara, Ahmad Riza Patria (365 suara), Ahmad Dolly Kurnia (334 suara), Viva Yoga (331 suara), Harry Azhar Azis (326 suara), R. Siti Zuhro (300 suara), Herman Khoeron (268 suara) dan Sigit Pamungkas (257 suara).
Baca: Ketua HIPKA Raih Suara Terbanyak Presidium KAHMI
Sembilan orang tersebut berhasil menyisihkan 16 calon Presidium Nasional KAHMI periode 2017-2022 pada pemilihan yang dimulai dari Sabtu sore hingga berakhir Minggu (19/11/2017) pagi, sekira pukul 01.45 WIB.
Kamarussamad merupakan alumni Fakultas Teknik, jurusan Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia Makassar, HMI Cabang Makassar, yang dikenal sebagai pengusaha juga Ketua HIPKA. Sedangkan Ade Komaruddin adalah alumni UIN Ciputat Jakarta, HMI Cabang Ciputat, politisi Golkar dan pernah jadi ketua DPR.
Ahmad Riza Patria, alumni ISTN Jakarta, HMI Cabang Jakarta, politisi Gerindra. Kemudian Ahmad Dolly Kurnia, alumni Fakulata MIPA Unpad, HMI Cabang Bandung, politisi muda Golkar. Viva Yoga, alumni FKH Universitas Udayana Denpasar, HMI Cabang Denpasar, politisi muda PAN.
Harry Azhar Aziz, alumni APP Jakarta, HMI Cabang Jakarta, pernah jadi Ketua BPK. Lalu Siti Zuhro, alumni FISIP, jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Jember, HMI Cabang Jember, LIPI.
Sedangkan Herman Haeron, adalah alumni Fakultas Teknik, jurusan Teknik Industri Unisba, HMI Cabang Bandung, polisiti Demokrat, dan Sigit Pamungkas alumni FISIPOL UGM, HMI Cabang Bulaksumur, anggota KPU Pusat.
Dari kesembilan presidium terpilih tersebut, dapat diketahui berasal dari beragama profesi, seperti akademisi, politisi, pengusaha, dan profesional.
Direktur Lembaga Komunikasi dan Informasi Majelis Nasional KAHMI 2012-2017 demisioner, Iwan Samarianyah mengatakan, presidium baru harus menjaga keberlangsungan kaderisasi HMI.
“Program yang perlu dikawal adalah menjaga keberlangsungan kaderisasi HMI dan menyatukan faksi-faksi alumni,” kata Iwan, kepada Cendana News, Minggu (19/11/2017) pagi.
Ia pun berharap, presidium yang baru bisa mewujudkan database anggota secepatnya. Program ini, sebut Iwan belum pernah berhasil diwujudkan. Padahal ini juga penting, agar ke depan kader HMI dan KAHMI bisa melangsungkan pemilihan secara langsung.
“Bertahun-tahun program ini ada, tapi tak pernah berhasil diwujudkan. Tujuannya agar di masa depan HMI dan KAHMI bisa mewujudkan pemilihan langsung one man one vote,” imbuhnya.
Sementara itu, Kamarussamad, peraih suara terbanyak pemilihan, melalui siaran pers, menyebutkan KAHMI nantinya diharapkan dapat mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang kewirausahaan. Sehingga KAHMI menjadi insan yang mandiri.
Baca: 28 Alumni HMI Bersaing dalam Munas KAHMI
Menurutnya, saat ini kewirausahaan dianggap menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan Indonesia. Konsep kewirausahaan yang diusungnya melalui pembentukan HIPKA mulai enam tahun yang lalu dapat mendorong kualitas warga KAHMI.