Magetan Gelar Lomba Panahan Tradisional Mataraman

MAGETAN – Paguyuban Panahan Ki Mageti bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan menggelar Lomba Panahan Tradisional Gaya Mataraman di Alun-alun Magetan, Jawa Timur, Minggu (5/11/2017).

Ketua panitia lomba Syaifudin Fanani menuturkan, lomba bertajuk Gladen Ageng Jemparingan Mataraman tersebut, selain dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-342 Kabupaten Magetan.

“Lomba Gladen Jemparingan yang digelar Paguyuban Ki Mageti ini tujuannya untuk memperingati Hari Jadi ke-342 Kabupaten Magetan. Kita manfaatkan momentum hari jadi untuk ikut melestarikan budaya, sekaligus mengikuti sunah nabi, karena dalam islam belajar memanah itu kan termasuk mengikuti sunah Nabi,” kata Syaifudin.

Lomba panahan tradisional tersebut diikuti 319 orang pemanah dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Terdiri 261 orang peserta kategori putra, 27 orang kategori putri, dan 31 peserta kategori anak. Untuk kategori putra dan putri dengan jarak target 30 meter, sedangkan kategori anak 20 meter.

Menurut lelaki yang akrab disapa Udin tersebut, para peserta lomba berasal dari 38 klub dari berbagai daerah. “Peserta ini datang dari berbagi perkumpulan atau klub, asalnya dari  Kulonprogo, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Surakarta, Kartosuro, Magetan, Madiun dan Surabaya,” jelasnya.

Selain peserta dari klub, banyak juga para peserta lomba yang berangkat perorangan karena belum memiliki klub. “Dengan digelarnya lomba seperti ini diharapkan bisa menjadi ajang untuk bersilaturahim antar pemanah tradisional,” ujarnya.

Bagi Magetan, lomba panahan tradisional seperti itu baru pertama kali digelar dalam skala besar. Namun sebelumnya pernah menggelar dalam skala lokal dengan peserta dari Magetan dan beberapa daerah sekitar.

Diharapkan agar olahraga panahan tradisional ini mendapatkan pembinaan lebih serius. Misalnya ada pembinaan di sekolah dalam bentuk ekstrakulikuler, baik panahan tradisional maupun prestasi. (Ant)

Lihat juga...