Lansuq, Sayur Pedas Khas Lombok

LOMBOK – Bagi sebagian masyarakat suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), makan dengan sayuran mentah dicampur sambal merupakan salah menu favorit dalam setiap kesempatan acara santap siang, pagi maupun sore saat bekerja di sawah.

Selain beberuk terung bundar mentah, sayur lansuq merupakan salah satu sayuran banyak disukai masyarakat sebagai sayuran makan, apalagi ditemani sayur bening seperti bayam, daun turi maupun kelor, menjadikan setiap orang yang menikmati sayur lansuq menjadi ketagihan.

“Sayur lansuq paling enak dinikmati saat makan siang, usai bekerja di sawah dan akan bertambah nikmat kalau ditambah sayur bening bayam atau daun turi”, kata Inaq (ibu) Ra’iyah, petani dan ibu rumah tangga Desa Mertak Umbak, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Sabtu (4/11/2017).

Ra’iyah membuat sayuran lansuq sebagai menu acara syukuran. -Foto: Turmuzi

Ia mengatakan, sayur lansuq merupakan sayuran tradisional yang biasa dibuat dan dinikmati warga sejak lama dan merupakan warisan nenek moyang sejak dulu.

Ibu Limin, warga Desa Mertak Umbak, menjelaskan, sayuran lansuq paling sering dibuat dari kacang panjang dan terkadang dicampur buah terung bulat mentah, dengan cara diiris menjadi bagian kecil.

“Kacang panjang yang telah diiris menjadi bagian kecil, dicuci sampai bersih, kemudian dimasukkan ke dalam bumbu mentah, supaya resapan bumbu pedas bisa terasa, maka kacang panjang sedikit ditumbuk”, katanya.

Untuk memastikan rasa lansuq tetap enak, kacang panjang atau buah terung bulat mentah yang akan dibuat menjadi lansuq harus masih segar, sebab kalau sudah layu, akan merusak rasa.

Sementara bahan pembuatan bumbu lansuq cukup sederhana,  yakni cabai rawit segar, beberapa biji bawang merah, terasi bakar dan sedikit penyedap rasa.

Meski termasuk sayuran tradisional, di beberapa rumah makan bahkan restoran hotel, sayuran tradisional lansuq terkadang bisa ditemukan menjadi menu pelengkap saat makan siang.

Lihat juga...