LAMPUNG – Jenazah Zubaidi (43) nelayan pencari ubur-ubur yang dilaporkan tenggelam pada Senin (27/11/2017) akhirnya ditemukan. Zubaidi ditemuan dalam kondisi meninggaldunia di perairan yang masuk wilayah Dusun Sinar Maju Pekon Betung pada Selasa (28/11/2017).
Komandan Tim (Dantim) Rescue Pos Search and Rescue (SAR) Tanggamus Adi Ayangsyah menyebut, jasad Zubaidi berhasil ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang berada di pekon Betung. “Korban berada pada posisi berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian musibah tenggelam dan mengambang sekitar 30 meter dari tepi pantai,” ungkapnya, Selasa (28/11/2017).
Saksi yang pertama kali menemukan adalah warga Sinar Maju Pekon Betung bernama Roni (45). Menurut keterangan, Roni yang juga nelayan setempat menemukan jasad korban saat hendak melaut menggunakan perahu. Saat akan mengangkat jaring saksi melihat tubuh korban yang mengambang.
Melihat ada jasad yang mengambang saksi kemudian menambatnya agar tidak terbawa arus dan kemudian meminta bantuan. Dua nelayan lainnya Basari dan Mustakim akhirnya membantu proses evakuasi ke tepi pantai. “ Saksi Roni dibantu dua nelyan melakukan evakuasi ke pantai kemudin melaporkan temuannya ke petugas,” tambah Adi.
Dari penemuan tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan jasad korban langsung diserahkan ke keluarga untuk mendapatkan proses penghormatan terakhir dan pemakaman.
Sebelumnya dilaporkan seorang nelayan bernama Zubaidi dikabarkan tenggelam saat melakukan proses pencarian ubur ubur di perairan pekon Betung. Saat kejadian korban melakukan pekerjaanya bersama tiga rekannya Basarudin (30), Muslim (50) dan Nazarudin (30).
Korban tenggelam saat akan membawa hasil tangkapan ke darat. Korban yang bertugas mengangkat jangkar di bagian buritan terpeleset dan tenggelam. Upaya pencarian telah dilakukan oleh masyarakat bersama dengan pihak BPBD Kabupaten Tanggamus,nelayan, Polsek Pematang Sawah.
Pencarian dengan mengerahkan perahu karet, kapal jenis landing craft tank (LCT) dan sejumlah perahu nelayan oleh tim pencari tidak membuahkan hasil. Termasuk ketika tim SAR melakukan penyelaman dengan alat selam, upaya pencarian tidak berhasil karena terkendala pandangan bawah air yang terbatas dan banyaknya ubur ubur.
“Kita juga menghimbau dengan kondisi cuaca yang ekstrim angin kencang dan gelombang tinggi nelayan sementara tidak melaut hingga kondisi cuaca membaik,” tambah Adi.