Ini Resep Usaha Sate Padang Turun Temurun Bertahan
PADANG — Pertumbuhan usaha sate Padang, Sumatera Barat, terbilang cukup bagus. Bahkan, hampir di setiap daerah, sangat mudah menemukan sate Padang tersebut. Namun, kalau bicara rasa, masing-masing daerah memiliki rasa khasnya.
Seperti yang dikatakan oleh seorang pedagang usaha sate di Kota Sawahlunto, Rita, ia menyebutkan, usaha sate yang dijalaninya itu, merupakan usaha turunan dari keluarganya. Alasan, tetap bertahan menjual sate, karena pembeli dan penghasilan menjual sate terbilang cukup menjanjikan.
Ia menjelaskan, meski usaha sate yang dijalani masih bersifat pedagang usaha kecil yang menggunakan gerobak. Penghasilan yang diperolehnya, diakuinya sudah mempu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Saya berdagang masih menggunakan gerobak, dan belum mempunyai tempat yang tetap seperti toko atau khusus rumah makan sate,” katanya, Selasa (21/11/2017).
Menurutnya, alasan belum mau untuk membuka tempat tetap untuk berdagang sate, karena saat ini penjual sate, hampir di mana-mana ada. Sehingga, jika hanya menetap pada suatu tempat, berkemungkinan akan sepi pembeli.
Rita menilai, agar sate yang dijualnya laris, perlu adanya upaya untuk ada di tempat-tempat ramai aktivitas masyarakat. Seperti di Kota Sawahlunto, ia biasa berjualan di lokasi Taman Segitiga yang berada di Jalan Manan Jatin. Lokasi itu, merupakan salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, baik itu masyarakat lokal maupun datang dari luar daerah.
“Kebanyakan, yang makan sate di tempat sate saya ini yakni Sate Ranah Minang, mengaku puas. Karena rasanya yang enak dan sesuai selera pedasnya orang Minang,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Rita menyatakan, dukungan pemerintah terhadap usaha masyarakat yang ada di Kota Sawahlunto, mendapat dukungan yang positif. Menurutnya, hal yang demikian membuat masyarakat yang berdagang, merasa mendapat tempat untuk menjalani usaha.
Sementara itu, salah seorang pelanggan Sate Ranah Minang milik Rita, Imelda mengatakan, hal yang membuatnya dirinya menyukai sate Rita, karena rasanya yang enak, dan rasa pedas yang pas di lidah.
“Bagi saya pribadi, sate Rita paling enak di Sawahlunto ini. Maka dari itu, saya sering membeli satenya ini,” ungkapnya.
Ia mengaku, selain tempat penjualan yang mudah ditemui, harga sate yang dijualnya pun tergolong murah, yakni hanya Rp15.000 per porsinya. Rasa enaknya, tidak hanya pada rasa kuahnya, tapi daging ayam yang digunakan, juga sangat enak, sehingga perpaduan rasa kuah dan satenya, membuat Sate Ranah Minang itu, banyak pelanggannya.
Selain itu, di Sumatera Barat sendiri, ada berbagai rasa sate, seperti sate Danguang-Danguang, dari Kabupaten Limapuluh Kota, yang dikenal dengan bumbu daging satenya yang khas. Lalu ada sate KMS dari Kota Pariaman, yang khas nya ialah rasa pedas kuah dan daging sapi yang lembut. Sate Surantih di Kabupaten Pesisir Selatan, dikenal dengan sate ayam yang ditaburi kacang dan bawang goreng, dan berbagai rasa sate lainnya.