Fokus Soal Layanan, RSUD TC Hillers Outsourcing Pekerja
MAUMERE – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere sejak tahun 2018 sudah bertekad akan fokus mengurus pelayanan kesehatan dan akan menyerahkan penanganan tenaga kerja kebersihan dan petugas keamanan kepada pihak ketiga selaku penyedia jasa tenaga kerja atau perusahaan outsourcing.
“Langkah ini sudah kami bahas sejak tahun 2015 agar kami fokus menangani pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan sehingga tidak disibukkan dengan urusan manajemen lainnya termasuk mengurus tenaga kerja yang bukan tenaga kesehatan,” sebut dr. Clara Yosefine Francis saat ditanya Cendana News Jumat (3/11/2017), sore.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD TC Hillers Maumere ini mengatakan, memang prosesnya sedang dilakukan dimana pihaknya bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sikka untuk melakukan sosialisasi dan membahas langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
“Pembahasan di DPRD Sikka juga belum dilakukan sebab nanti setelah konsep tersebut matang digodok dan disosialisasikan kepada para karyawan baru kami akan bawa ke dewan untuk dibahas bersama,” ungkapnya.
Paling tidak jangan ada yang dirugikan. Para pekerja bisa menerima dengan baik sehingga perlu dibahas dengan baik sebab sistem outsorcing ini juga sudah dipergunakan di rumah sakit milik pemerintah Provinsi NTT RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang dan RSUD kabupaten Ende selama 2 tahun terakhir.
“Yang terpenting para pekerja akan mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi dan mendapatkan asuransi tenaga kerja serta asuransi kesehatan. Bagi pekerja yang sudah bekerja akan dilihat dahulu kompensasi dan langkah yang diambil agar sesuai undang-undang tenaga kerja,” terangnya.
Intinya, para pekerja yang lama, tutur Clara, tetap diakomodir. Sebelum sampai ke tahap tersebut tentunya pihaknya harus membahas konsep ini secara matang bersama Dinas Sosnakertrans. Supaya di kemudian hari tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan merugikan pekerja maupun pihak rumah sakit selaku pengguna jasa.
Petrus Kater, petugas keamanan berstatus honor di RSUD T.C. Hiller Maumere mengatakan, petugas keamanan dan kebersihan di RSUD TC Hillers sudah menyampaikan penolakan terhadap sistem outsourcing tersebut kepada ketua DPRD Sikka. Direspons akan diperhatikan serta berusaha berbuat yang terbaik bagi para pekerja.
Petrus menilai, kebijakan outsourcing mengancam status mereka sebab dengan pengalihan ini menjadikan posisi mereka semakin tidak jelas. Padahal para pekerja tersebut banyak yang telah bekerja lebih dari 5 dan 10 tahun di rumah sakit pemerintah. Walau upah yang diterima minim.
“Saat ini, tenaga honor mendapatkan upah di atas 1,4 juta rupiah per bulan sementara tenaga kerja sukarela hanya mendapatkan uang transpot dan uang sabun sebesar 500 ribu rupiah sebulan sejak tahun 2016 lalu. Jumlah petugas keamanan sebanyak 14 orang sementara tenaga kebersihan berjumlah 25 orang,” paparnya.
