Juliatmono Minta Generasi Muda Meneladani Semangat Pembangunan Pak Harto
SOLO — Menjelang hari jadi seabad Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, Bupati Juliatmono beserta kepala OPD menggelar ziarah ke makam para leluhur dan Presiden ke 2 Republik Indonesia, H.M Soeharto.
Baca Juga : Damandiri Serahkan Dokumen Pidato Presiden Soeharto ke Perpusnas

Dalam ziarah ke Astana Giribangun kali ini, bupati meminta untuk generasi penerus bangsa agar mewarisi semangat pembangunan yang dilakukan oleh Pak Harto.
“Terlepas dari pro dan kontra, beliau (Soeharto) memiliki jasa yang luar biasa dalam membangun bangsa Indonesia, termasuk Karanganyar. Oleh karena itu, saya mengajak untuk generasi muda untuk terus mewarisi semangat pembangunan Pak Harto. Tak heran kalau beliau dijadikan Bapak Pembangunan Indonesia,” ucap Juliatmono kepada awak media, Jumat (3/11/2017).
Peran serta Presiden ke 2 Republik Indonesia dalam memajukan Karanganyar, terlihat dalam pembangunan infrastruktur seperti Waduk Gajah Mungkur, yang aliran airnya dapat dimanfaatkan hingga di Karanganyar. Selain itu, Presiden Soeharto juga membawa pertanian sukses, hingga Indonesia mampu swasembada pangan.
“Beliau sangat dekat dengan kelompok tani, ternak dan sumber pangan Indonesia. Beliau adalah Presiden dan dimakamkan di Karangayar, kita wajib menghormati dan menjaganya, termasuk keluarganya. Ziarah ini kita doakan agar dosa-dosa Presiden ke-2 RI diampuni oleh Allah SWT,” terang bupati.
Baca Juga : Bendungan Ham Kawoan, Warisan Zaman Pak Harto
Sebelum ke Astana Giribangun, rombongan bupati sebelumnya ziarah ke makam Nyi Ageng Karang, yang merupakan pendiri Karanganyar. Selain itu, Bupati juga ziarah ke Astana Mangadeg, makam Rades Mas Said atau Mangkunegara I.
Menurut bupati, jasa Nyi Ageng Karang dan RM Said dalam membagun dan mendirikan Karanganyar tidak mudah. Semangat yang terus digelontorkan dalam membangun Karanganyar adalah semangat kejuangan dan pengabdian tanpa mengharapkan imbalan apapun.
“Seluruh perjuangannya tdak ringan, babat alas itu tidak gampang dan mudah-mudahan seluruh dedikasinya menjadi amal sholeh amal dan kebajikan beliau. Berkat kejuangan, dan pengabdiannya, masyarakat karanganyar bisa hidup berkecupan, nyaman, damai, dan tentram. Semangat saling membantu, gotong royongnya juga baik,” imbuh politisi dari Partai Golkar itu.
Baca Juga : Sejarah Perkembangan Pembangunan Indonesia Ada pada Pak Harto
Satu semboyan yang menjadikan RM Said dengan Tri Dharma perjuanganya yang masih menjadi landasan bagi Karanganyar hingga saat ini. Yakni, melu handarbeni (merasa ikut memiliki), wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan) dan mulat sarira hangrasa wani (selalu introspeksi/mawas diri).
“Semboyan itu kekinian terus dan selalu aktual. Maka wujud kita berziarah ini sebagai wujud melu handerbeni termasuk seluruh warga Karanganyar,” pungkasnya.