Ekspor Ikan ke Korsel Capai Rp13 Miliar

SEMARANG – Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil
Perikanan (Balai KIPM) Kelas II Semarang, R Gatot Perdana menegaskan, kegiatan ekspor komoditi periknanan berupa ikan dari Jawa Tengah (Jateng) menuju ke negara Korea Selatan dalam kurun waktu dua tahun ini terus mengalami peningkatan.

Gatot menjelaskan, pada tahun ini nilai ekspor ikan segar ke negara itu sudah mencapai senilai Rp13 miliar. Jumlah tersebut, menurutnya setara dengan volume pengiriman sebanyak 52 ribu ton bila dibanding tahun sebelumnya sekitar 656 ribu kilogram.

“Ada lonjakan volume pengiriman ekspor ikan segar yang cukup signifikan ke sejumlah negara terutama ke negara Korsel. Sebab, peminat ikan segar di sana selama dua tahun terakhir memang mengalami kenaikan yang sangat besar,” tegas Gatot saat dikonfirmasi Senin (6/11) di Kota Semarang, Jateng.

Gatot menjelaskan, komoditi laut selain ikan segar yang diekspor kebanyakan adalah daging rajungan serta ikan kakap, bawal, tenggiri, kakap putih dan udang putih.

“Pemasoknya berasal dari beberapa daerah yang merupakan penghasil komoditi perikanan penghasil ikan yaitu dari petani ikan di Kabupaten Demak, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kudus serta Kabupaten Jepara,” jelasnya.

Untuk komoditi unggulan yang terbesar, Gatot membeberkan adalah dari daging rajungan yang dihasilkan oleh para petani dan nelayan Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak.

“Untuk Kabupaten Demak saat ini jadi penghasil rajungan terbesar selain Kabupaten Jepara,” bebernya.

Gatot menyatakan jika meningkatnya ekspor ikan segar dari Jawa Tengah menuju ke negara lain, selain daya tangkap para petani dan nelayan yang bagus dan terus meningkat juga mutu ikan segar dalam proses pengirimannya selalu dijaga.

“Proses pengiriman relatif bagus dan tinggal kita bagaimana bisa mempertahankan serta menjaga mutu agar nilai jualnya tetap terjaga,” katanya.

Gatot mengaku optimistis, jika sampai akhir tahun ini peluang ekspor ikan segar dari Jawa Tengah menuju ke negara lain tetap terbuka lebar. Apalagi, pangsa pasar ekspor ikan ke beberapa negara macam Jepang, Australia, Taiwan, China, Hongkong dan Eropa dan Amerika Serikat terus menunjukan peningkatan yang signifikan.

Gatot menambahkan, jumlah negara tujuan ekspor ikan dari Jateng ada sebanyak 18 negara. Selain itu, ekspor ikan selain dikirim dalam bentuk segar juga dalam bentuk pengalengan yang juga dilakukan untuk negara-negara Afrika.

“Paling tinggi ekspornya tujuan ke Amerika Serikat. Dalam sehari, ikan laut 2 ton dipastikan untuk dikirim ke sana. Itu hanya satu perusahaan. Belum lagi perusahaan yang lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...