Ekowisata Kebun Bambu di Andeman Boon Pring
MALANG — Ekowisata Andeman Boon Pring adalah salah satu tempat wisata di Kabupaten Malang, yang kini mulai populer dan banyak dikunjungi wisatawan. Berlokasi di desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Ekowisata Boonpring menawarkan nuansa wisata alam yang berbeda.
Di kawasan Boon Pring ini, para wisatawan bisa menikmati secara langsung sensasi berada di hutan Bambu. Suara daun bambu yang bergesekan akibat tertiup angin mampu memberikan ketenangan tersendiri bagi siapa saja yang berada di tempat tersebut.

Tidak hanya menawarkan sensasi berada di tengah-tengah ribuan tanaman bambu, di ekowisata Boon Pring juga terdapat sebuah waduk yang airnya berasal langsung dari sumber air yang berada di kawasan tersebut. Di waduk tersebut para pengunjung bisa mencoba wahana permainan air, di antaranya perahu boat, sepeda air dan kolam renang.
Untuk dapat sampai ke kawasan Ekowisata Boon Pring, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses jalan menuju lokasi bisa dibilang baik, karena sudah teraspal dengan mulus. Waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke lokasi kurang lebih 1,5 jam dari kota Malang.
Salah satu penjaga yang juga merupakan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanankerto, Ngati’i, mengatakan, sebenarnya waduk Anderman Boonpring sudah ada sejak dulu dan kerap dijadikan sebagai tempat pertunjukkan dangdut. Namun pada 1997, tempat tersebut akhirnya ditutup karena sering dijadikan sebagai ajang tawuran, dan dibuka lagi pada 2013 setelah terpilih kepala desa yang baru.
“Pada 2013, Andeman Boon Pring dibuka kembali dan mulai ramai dikunjungi wisatawan. Dengan melihat tingginya antusias masyarakat yang datang ke tempat ini, akhirnya pada 2016 warga sepakat untuk memberlakukan tiket masuk kepada pengunjung sebesar 5 ribu rupiah,” jelasnya.

Menurut Ngati’i, fasilitas yang dimiliki ekowisata Anderman Boon Pring sudah cukup lengkap, di antaranya tempat parkir kendaraan, toilet, warung makan dan juga aneka permainan, seperti Flying fox, sepeda air, perahu boat, kolam renang dan sumber towo untuk terapi kesehatan.
Disampaikan Ngati’i, luas hutan bambu Andeman Boon Pring mencapai 25 hektare, terdiri kurang lebih 61 jenis bambu.
“Jenis-jenis bambu tersebut di antaranya bambu Petung, Peting, Ori, Ampel, Ngrampal, Kuning, Apus dan Wulung. Namun, yang paling banyak adalah bambu Petung, Apus dan ambu Ampel,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ngati’i mengatakan, banyaknya jenis bambu yang bisa ditemui di Andeman Boon Pring, menjadikan tempat tersebut tidak hanya sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai kawasan edukasi dan penelitian. “Banyak mahasiswa yang sengaja datang untuk melakukan penelitian mengenai bambu,” ujarnya.
Disebutkan Ngati’i, untuk jumlah pengunjung jika hari libur minimal rata-rata mencapai angka 800 orang. Tapi, jumlah tersebut bisa membeludak hingga 2 ribu pengunjung pada tahun baru maupun lebaran.