DPU Penengahan Perbaiki Irigasi, Fasilitasi Pengairan Petani
LAMPUNG – Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Penengahan, melakukan proses perbaikan saluran irigasi di wilayah kecamatan setempat pasca beberapa saluran irigasi kerap tersumbat. Bahkan beberapa rusak akibat terjangan banjir seusai hujan deras melanda wilayah tersebut beberapa bulan sebelumnya.
Dampak kerusakan saluran irigasi bagi lahan pertanian diakuinya saat hujan tiba saluran air ke lahan pertanian tidak lancar. Irigasi di Desa Kelau Kecamatan Penengahan yang terpisah Jalan Lintas Sumatera sebagian pernah ambrol diterjang banjir akibat mampatnya saluran.
Sakini, selaku kepala tukang yang mengerjakan pembangunan saluran irigasi di Desa Kelau sebagai wilayah Daerah Irigasi (DI) di bawah pengawasan UPT Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Penengahan mengungkapkan, perbaikan dilakukan pada dua titik. Perbaikan saluran irigasi titik pertama diakuinya sepanjang 400 meter di sebelah Barat dan titik kedua di sebelah Timur sepanjang 160 meter.

Sakini menyebut, proyek pengerjaan saluran irigasi tersebut dilakukan dengan pembuatan baru, perehaban saluran dan penggantian pintu air dengan besi. Memasuki bulan kedua pengerjaan saluran irigasi, Sakini mengungkapkan, sistem irigasi di wilayah tersebut harus dibangun dengan ukuran yang sesuai dan memperhatikan debit air dari Gunung Rajabasa. Ia menilai, lebar saluran air sebelumnya hanya 60 sentimeter. Padahal idealnya lebar saluran air minimal 80 sentimeter atau di atas 100 sentimeter.
Saluran irigasi dengan tiga pintu pembagi air yang melewati gorong-gorong Jalan Lintas Sumatera diakui Sakini pada saluran pembagi diperlebar melalui proses pembongkaran dengan lebar saluran saat ini selebar 80 sentimeter. Agar lebih lancar dan di dekat pintu air selebar 100 sentimeter. Harapannya dengan perbaikan saluran tersebut, musim tanam yang akan dimulai petani dengan proses pengolahan tanah kebutuhan pengairan akan lebih baik dan saat hujan deras saluran yang lebar tidak mengakibatkan air irigasi meluap.

Sakimin, salah satu petani di aliran saluran irigasi Desa Kelau mengaku, sudah menunggu lama saluran irigasi di wilayah tersebut diperbaiki. Pasalnya sebagian petani mengeluhkan kebocoran saluran irigasi akibat bangunan irigasi yang sudah lama dan rusak sehingga air tidak masuk ke lahan pertanian dan terbuang sia-sia. Berkat adanya saluran irigasi yang diperbaiki, masa tanam petani padi bisa dipercepat dengan pengolahan menggunakan traktor didukung aliran air yang lancar dari Gunung Rajabasa.