Bob Hasan Luncurkan Desa Mandiri Lestari Tamanmartani
YOGYAKARTA – Desa Tamanmartani, Kalasan Sleman, secara resmi dikukuhkan sebagai Desa Mandiri Lestari ke-7 di Indonesia. Pengukuhan secara langsung dilakukan Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri, Muhammad Bob Hasan, bersama jajaran pimpinan Yayasan Damandiri pada Minggu (5/11/2017).
Pengukuhan ditandai dengan pemotongan pita pada unit usaha berbasis masyarakat, yakni Homestay dan Warung Damandiri, tepatnya di dusun Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, dan ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri, Muhammad Bob Hasan, mengatakan tujuan pengukuhan Desa Tamanmartani sebagai Desa Mandiri Lestari ini semata-mata untuk memajukan masyarakat desa. Ia berharap, adanya program Desa Mandiri Lestari ini mampu mendorong masyarakat desa memiliki kemandirian.

“Tujuanya agar masyarakat maju, semua bisa jadi pengusaha. Dengan pendirian homestay ini, warga kan bisa memiliki usaha. Tidak hanya didominasi hotel, itu kan milik asing,” katanya.
Selain itu, menurut Bob Hasan, dengan adanya program ini, Usaha Kecil Mikro (UKM) di desa Tamanmartani, juga akan ikut terangkat dan semakin berkembang. Meski begitu, sejumlah unit usaha yang dibangun harus terus didampingi dan dibina, baik dalam hal pengelolaan managemen hingga masalah pemasaran dan sebagainya. Minimal hingga mereka mampu menjalankan usaha secara mandiri.
“Ada 1 warung dan 12 unit homestay yang dibangun, dengan total 24 kamar. sepuluh persen keuntungan nanti akan masuk koperasi. Dana inilah yang nantinya digunakan untuk mengembangkan usaha bagi warga desa lainnya,” kata Bob.
Semeentara itu, dipilihnya desa Tamanmartani karena memiliki potensi wisata yang sangat besar dengan adanya Candi Prambanan. Bob Hasan berharap, desa Tamanmartani dapat mengikuti jejak Desa Mandiri Lestari di desa Samiran, Boyolali, yang sukses menggali potensi wisata yang dimiliki.
“Kita sudah menjalankan program Desa Mandiri Lestari ini di sejumlah daerah seperti di Argomulyo-Bantul dan Samiran-Boyolali. Di Samiran, dana koperasi bahkan sudah mencapai Rp300-400 juta. Dana inilah yang nanti digunakan untuk membantu masyarakat atau warga lainnya,” katanya.