Warga Mulai Merasakan Manfaat Desa Mandiri Lestari Trirenggo

YOGYAKARTA — Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya mengapresiasi perkembangan desa Trirenggo sebagai desa percontohan binaan Yayasan Damandiri di Kabupaten Bantul.

Baca juga: Desa Mandiri Lestari Percepat Pengentasan Kemiskinan di Sleman

Sejak dikukuhkan sebagai Desa Mandiri Lestari pada Maret lalu, berbagai program pemberdayaan di desa Trirenggo Bantul dinilai telah mulai dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

“Walaupun belum lama tapi sudah mulai dirasakan manfaatnya,” ujarnya saat acara peninjauan serta Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Yayasan Damandiri dengan KUD Gemahripah dan unit Tabur Puja, Senin (31/10/2017).

Subiakto mencontohkan di bidang kesehatan, adanya bantuan dari Yayasan Damandiri, berupa alat pengukur kolesterol membuat pelayanan kegiatan posyandu semakin baik. Dimana semakin banyak warga khususnya lansia datang dan mengecek kondisi kesehatan masing-masing.

Begitu juga dalam kegiatan balita. Adanya bantuan berupa alat permainan dan peraga diketahui semakin membuat anak-anak tertarik untuk datang ke posyandu, dan menimbang berat badannya. Di bidang pendidikan, proses pengajaran PAUD juga meningkat kualitasnya, setelah dilakukan pelatihan bagi guru-guru di seluruh desa Trirenggo.

“Di bidang lingkungan, rumah warga yang sebelumnya tidak layak juga sudah dibangun melalui program bedah rumah. Tak hanya itu, mereka juga diberikan modal untuk membuka usaha berupa warung kecil-kecilan. Kita bantu displaynya seperti apa. Bahkan dampingi bagaimana membuat pembukuan secara sederhana,” ungkapnya.

Baca juga: KWT Ngudi Lestari Galakkan Pisangisasi

Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya saat meninjau salah satu penerima program bedah rumah di Desa Trirenggo/Foto: Jatmika H Kusmargana

Tak sampai di situ saja, melalui pendirian Koperasi Unit Desa (KUD) Gemahripah dengan Unit Tabur Puja, Yayasan Damandiri juga memberikan bantuan pinjaman modal usaha bagi 5 kelompok yang masing-masing beranggotakan 100 anggota senilai Rp200 juta. Melalui dana pinjaman modal inilah, diharapkan warga maupun pelaku usaha bisa memulai atau mengembangkan usahanya.

“Walaupun tak seberapa tapi manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa terus berjalan, sehingga bisa mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat desa,” ujarnya.

Lihat juga...