Tren Hobi Beternak Dorong Penjualan Kerajinan Bambu

LAMPUNG — Tren hobi memelihara ternak jenis unggas hias seperti ayam kate, ayam bangkok, burung merpati mahkota serta burung kicau seperti murai, love bird, kenari serta budidaya ayam rumahan ikut menaikkan tingkat penjualan kerajinan bambu di wilayah Lampung Selatan.

Murdi (40), pedagang peralatan beternak ayam, burung menyebut selama dua tahun terakhir penghobi ternak burung dan ayam meningkat khususnya di wilayah Penengahan. Tren ini berimbas membaiknya bisnis yang ditekuninya. Salah satu dampak positif tersebut mendorong penjualan kerajinan berbahan bambu mulai dari sangkar, wadah ayam jago, kandang bambu mini serta peralatan lain.

Laki laki yang menekuni usaha jual beli segala keperluan pecinta unggas berupa makanan pelet,pur,obat,hingga peralatan pemeliharaan ayam dan burung tersebut mengakui tren hobi burung kicau membuat dirinya kebanjiran permintaan pembelian sangkar burung serta aksesoris lain.

“Tren burung peliharaan memang masih stabil terutama oleh penghobi sehingga peluang bisnis penjualan sangkar saya terus berkembang dan menguntungkan produsen pembuat sangkar burung,” terang Murdi, warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, pemilik toko keperluan penghobi ternak dan budidaya unggas dan burung saat ditemui Cendana News di toko miliknya, Selasa (24/10/2017)

Murdi menyebut kerajinan sangkar burung yang memasok ke toko miliknya berada di Kecamatan Natar. Dia mengirimkan ratusan sangkar burung dengan berbagai jenis dan ukuran sesuai dengan jenis burung yang dipelihara.

Dalam sebulan ia menyebut permintaan akan kandang terbuat dari kayu, rotan dan bambu tersebut mencapai 20-50 buah disertai dengan pembelian aksesoris lain di antaranya wadah minum, pakan, penyemprot, kain penutup kandang hingga pakan burung.

Kandang yang terbuat dari bambu mini umumnya dipergunakan untuk memelihara burung merpati balap balap, ayam yang baru menetas jenis ayam bangkok dan ayam kampung. Selain itu kandang  ayam kate dengan dudukan bahkan kerap dibeli oleh para petani yang juga memiliki ternak unggas. Kandang terbuat dari kayu dan bambu tersebut sebagian didatangkan dari wilayah Natar dan sebagian dari Kabupaten Lampung Timur.

Khusus untuk sangkar ayam terbuat dari bambu harga yang ditawarkan mulai dari Rp25.000 hingga Rp250.000 tergantung kualitas dan ukuran sementara sangkar terbuat dari besi bisa mencapai harga Rp300.000 hingga Rp500.000 per buah yang banyak diminati oleh penghobi burung berkicau.

Berbagai peralatan lain hasil pabrikan seperti semprotan plastik,wadah minum,pakan unggas, peralatan pancing berupa joran bambu juga disediakan di toko miliknya dari harga mulai Rp5.000 hingga Rp15.000 perbuah.

Pengrajin sangkar bambu diakuinya akan mengirim stok saat persediaan di toko berkurang dengan dominan sangkar bambu berukuran kecil untuk memelihara burung kenari dengan harga berkisar Rp40.000 hingga Rp70.000 sementara jenis lain dengan harga Rp35.000 hingga Rp50.000 kerap dipergunakan untuk sangkar burung kutilang dan perkutut.

Setidaknya ada lima pengrajin bambu spesialis pembuat sangkar burung,keronjot dan alat lain dari bambu yang menyetor ke tokonya untuk dijual diantaranya dari Kabupaten Lampung Selatan hingga dari Lampung Timur sehingga tokonya cukup lengkap untuk kebutuhan para penghobi.

Tingginya permintaan sangkar burung dan kandang ayam terbuat dari bambu diakuinya dalam sebulan ia mampu memperoleh omzet lebih dari Rp4 juta termasuk penjualan keperluan peternak unggas dan penghobi burung kicau serta burung hias. Ia juga tak harus repot mengambil sangkar burung dari pengrajin karena sebagian pengrajin mengirimkan kepadanya saat stok sangkar sudah berkurang.

Selain oleh penghobi, sangkar dan kandang bambu mini kerap dipergunakan oleh peternak ayam skala rumahan untuk memisahkan anak ayam yang selesai ditetaskan dan dibesarkan dengan sistem pemberian pakan pur agar lebih terawat.

Tingginya permintaan kandang tersebut sebanding dengan permintaan akan pakan ayam dan burung mulai dari jagung giling, pur hingga kroto yang dijual dari harga Rp5.000 per kilogram hingga Rp10.000 per kilogram.

Selain penghobi burung dan unggas, keberadaan peternak ikut meningkatkan penjualan kerajinan dari bambu. Kebutuhan peternak kambing yang mencari rumput dengan keronjot atau keranjang bambu membuat dirinya menyediakan keronjot bambu.

Sebanyak 10-15 keronjot bambu yang terjual dengan harga Rp80.000 hingga Rp100.000 per buah. Keronjot ini juga banyak diminati oleh kaum ibu yang memiliki usaha jual beli sayur di pasar.

“Semakin banyak pembeli usaha pembuatan kerajinan bambu juga lancar karena produksi akan terus ditambah meski saya hanya mengambil untung kecil yang penting lancar,” ungkap Murdi.

Bambang, salah satu konsumen pembeli kandang ayam bambu mengaku sengaja membeli kandang untuk memisahkan anak ayam dengan indukan sehingga bisa diberi pakan pur dan cepat berkembang. Dia membeli kandang ayam mini untuk ayam bangkok dan sangkar burung untuk memelihara burung perkutut yang dimilikinya sebagai hobi dengan suara burung perkutut yang khas.

Hobi memelihara burung kicau serta unggas dan kebutuhan peternak kini lebih mudah dengan adanya toko penjualan penjualan kandang,sangkar bambu termasuk segala perlengkapan yang dibutuhkan peternak dan penghobi burung.

Murdi dengan salah satu wadah ayam terbuat dari bambu dan rotan di toko miliknya /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...