Tanaman Bawang Merah di Ponorogo Diserang Ulat

PONOROGO – Akibat musim kemarau, hama ulat mulai menyerang tanaman bawang merah di Desa Brahu, Kecamatan Siman. Seperti yang dialami oleh Sutrisno (37). Luas lahan satu hektare miliknya, seperempatnya terserang hama ulat.

“Penyebabnya banyak ngengat pada malam hari, akhirnya bertelur di daun bawang jadi ulat, akhirnya makan daun,” jelasnya, kepada Cendana News, Senin (30/10/2017).

Menurutnya, penyebab utama karena Ponorogo mengalami musim kemarau, sehingga malam hari banyak ngengat yang terbang di lahan bawang merah. “Apalagi, lahan lainnya seperti jagung, hanya lahan saya sendiri yang bawang merah, jadi sasaran empuk,” ujarnya.

Pemilik lahan bawang merah, Sutrisno. -Foto: Charolin Pebrianti

Mengatasi hal tersebut, Sutrisno berinisiatif memotong habis daun bawang, agar ulat yang di dalamnya mati dan tumbuh daun bawang baru yang sehat bebas hama. “Kalau tidak dipotongi bisa-bisa seperempat hektare lahan saya habis dimakan ulat,” tuturnya.

Meski sudah dipotongi, Sutrisno mengaku sudah rugi sekitar Rp7 juta. Pasalnya, ia harus membayar buruh tani untuk perawatan tanaman bawangnya. “Kalau tidak pakai buruh tani tidak bisa, lahannya luas,” paparnya.

Tidak hanya itu, masa panen yang biasanya bisa dua bulan, kini harus lebih lama lagi, akibat daun yang dipotongi. “Harus menunggu lagi, supaya daunnya tumbuh baru lagi,” tukasnya.

Selain itu, ia pun mengeluhkan ketersediaan pupuk yang semakin sulit. Tiap kali membeli pupuk, ia selalu dibatasi. Padahal, penggunaan pupuk untuk lahannya sangat banyak. “Pupuk sulit, kalau beli dibatasi,” pungkasnya.

Lihat juga...