Sumberadi Sleman alokasikan Dana Desa untuk budi daya bawang merah
Admin
YOGYAKARTA, Cendana News – Desa Sumberadi di kabupaten Sleman mengalokasikan dana desa untuk membuka demplot sekolah lapang (SL) budi daya bawang merah.
Lurah Sumberadi, Hadi Sunyoto mengatakan pihaknya mengalokasikan dana desa untuk sekolah lapang budi daya bawang merah sebagai salah satu upaya mewujdukan ketahanan pangan.
Menurut Lurah Desa Sumberadi itu, alokasi dana desa tidak hanya untuk memfasilitasi demplot sekolah lapang budi daya bawang merah seluas 1000 meter persegi.
Tapi, juga untuk membiayai pertemuan SL sebanyak enam kali dengan fasilitas uang transport, dan konsumsi untuk peserta.
Kemudian, juga untuk kegiatan studi tiru SL bawang merah ke Nganjuk, Jawa Timur.
Hadi Sunyoto mengatakan pula, bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran lagi untuk mendukung ketahanan pangan pada tauhn 2023.
Hal itu sesuai dengan usulan, baik dari Kelompok Tani maupun Gapoktan.
Dia berharap, program tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di kalurahan Sumberadi.
Lurah desa Sumberadi Hadi Sunyoto menyampaian hal itu saat panen bawang merah di lahan demplot SL budi daya bawang merah, pekan ini.
Hadir dalam acara panen perdana bawang merah itu Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir Suparmono, MM.
Kemudian, Kabid Holtikultura dan Perkebunan Liem Astuti, SP, MSi, Kabid Penyuluhan Immawan Nur Syaifuddin Ahmad, SP, ME, dan Kepala UPTD BP4 Wilayah III Muhamad Robani, STP.
Selain itu juga Staf Jawatan Kemakmuran Kapanewon Mlati Kasi Suwarjo, PPL Sumberadi Saraswati, STP, MMA dan peserta SL budi daya bawang merah Kalurahan Sumberadi.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir Suparmono, MM pada acara itu mengapresiasi keberadaan SL budi daya bawang merah tersebut.
Sebab, pengembangan bawang merah merupakan salah satu komoditas holtikultura yang didorong oleh pemerintah kabupaten Sleman.
Suparmono juga menyampaikan terima kasih kepada kalurahan Sumberadi yang sudah mengalokasikan dana desa lebih dari 20 persen untuk kegiatan ketahanan pangan itu.
Diapun berharap, para peserta sekolah lapangan budi daya bawang merah bisa meneruskan tanaman ini sebagai suatu pilihan.
“Petani bisa menanam bawang merah ini dengan telaten sehingga hasil baik dan selalu sesuai harapan,” kata Suparmono.
Sumber: pertanianslemankab