Tak Semua Toko di Pasar Ateh Miliki Asuransi
BUKITTINGGI — Walikota Bukittinggi, Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias, mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah toko Pasar Ateh yang terbakar yang sudah memiliki asuransi. Namun, sejak api berhasil dipadamkan pada Senin (30/10/2017) pukul 11.00 WIB, sudah terlihat beberapa pihak asuransi yang mendatangi sejumlah toko di lokasi tersebut.
“Saya sudah panggil mereka (pihak asuransi), dan sudah saya katakan tolong sesegera mungkin diproses asuransi toko itu. Tapi, saya sendiri belum tahu berapa jumlah toko yang telah memiliki asuransi,” katanya, Senin (30/10/2017).
Wako berharap, bagi pedagang yang telah miliki asuransi toko, untuk segera menghubungi pihak asuransi, supaya bisa segera dilakukan perbaikan. Sehingga, satu per satu toko yang memiliki asuransi bisa segera diperbaiki, dari asuransi tersebut.

Sementara, salah seorang pedagang yang tokonya turut terbakar di Pasar Ateh, Syamsuwir, mengatakan, toko miliknya telah miliki asuransi, hanya saja hingga sore tadi, belum terlihat ada pihak asuransi yang mendatangi tokonya.
“Saya sudah dokumentasikan toko saya ini, dan juga telah saya sampaikan ke pihak asuransi dari dokumentasi yang saya ambil itu sebagai bukti, bahwa toko saya ditimpa musibah kebakaran. Semoga secepatnya ada langkah yang membuat saya bisa tetap berdagang lagi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, usaha yang dijalani di Pasar Ateh, yakni usaha bordir, seperti talakuang, baju koko, bantal kursi. Bahkan, akibat kebakaran itu, dua kodi baju koko pesanan dari Bandung turut hangus terbakar. Syamsuwir mengaku, selama 14 tahun dirinya menjalani usaha bordir di Pasar Ateh ini, penghasilan yang diperolehnya cukup tinggi, terutama saat menerima pesanan yang mencapai puluhan juta.
Akibat kebakaran itu, tidak satupun barang-barang yang ada di tokonya yang bisa diselamatkan. Sehingga, ia memperkirakan kerugian di toko bordirnya tersebut mencapai Rp200 juta, terdiri dari sejumlah kain, pakaian, dan pesanan bordir lainnya.
Tidak hanya itu, Syamsuwir berharap, agar Pemko Bukittinggi segera melakukan rehab atau perbaikan gadung Pasar Ateh itu, ketimbang melakukan pemindahan pedagang. Harapan itu, mengingat bila tetap dipindahkan ke tempat lain, tidak ada barang yang bisa dijual lagi, karena segala barang dagangan telah hangus terbakar.
“Sekarang kalau dipindahkan juga, saya dan pedagang lain mau jual apa? Sekarang kan barang-barangnya sudah habis terbakar. Untuk itu, sebaiknya pemerintah segera melakukan perbaikan saja, sembari kami membeli kembali lagi bahan-bahan keperluan untuk dijual kembali,” harapnya.