Suweg “Bunga Bangkai” Sumber Karbohidrat Bagi Penderita Diabetes

LAMPUNG — Warga Dusun Sumbersari Desa Pasuruan dikejutkan dengan kemunculan bunga suweg (Amorphopahllus paeoniifolius) yang mirip dengan bunga bangkai raksasa (Amorphopahllus titanium) yang tumbuh di bawah pohon mangga di salah satu rumah warga di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Salah satu warga, Anton (36) bahkan mengajak anaknya untuk melihat bunga yang berada. Ia tertarik melihat bunga menyerupai bunga bangkai atau dikenal dengan bunga Raflesia meskipun ukurannya lebih kecil namun sama-sama beraroma busuk.

“Mumpung muncul pada bulan Oktober ini saya abadikan apalagi bunga ini mirip dengan bunga bangkai meski beda dan menurut pemilik memang umbinya sengaja ditanam dan bunganya muncul beserta batangnya sesudah musim hujan,” terang Anton saat ditemui Cendana News di kebun yang tumbuh suweg, Rabu (25/10/2017).

Baca juga: BUNGA BANGKAI MEKAR DI TEPI JALAN DUSUN SANGGRAHAN

Bunga suweg dengan warna merah hati, hijau dan kuning tersebut pada dua hari kemunculan masih terlihat terlipat sementara pada hari ketiga dan seterusnya mekar terlihat indah selanjutnya akan membusuk setelah berusia lebih dari enam hari.

Sipon (55), pemilik tanaman mengaku sengaja menanam sebanyak sepuluh umbi sejak empat tahun silam dan mulai dikembangkan di kebun miliknya yang saat ini mencapai ratusan batang.

Tenanam suweg memiliki umbi seperti mbili, uwi dan gadung yang rasanya nikmat dan memiliki kandungan karobohidrat tinggi.

“Awalnya kami menanam suweg sebagai pengganti beras karena sebagai sumber karbohidrat dan kolesterol setelah ada saran dari dokter bagi penderita diabetes,” terang Sipon.

Sipon, pemilik kebun sekaligus sengaja membudidayakan tanaman suweg di kebun miliknya [Foto: Henk Widi]
Tanaman suweg miliknya sudah berbunga empat batang di beberapa titik namun tersisa satu karena yang lainnya sudah membusuk dengan aroma menyerupai bunga bangkai saat malam dan pada siang hari dikerubuti lalat.

Ia bahkan menyebut tanaman suweg yang kerap dikira walur meski serupa namun memiliki perbedaan dimana pada tanaman walur batang dengan warna daun hijau berbatang hijau dengan bercak putih lebih kasar dan gatal sementara pada suweg lebih halus dan tidak gatal.

Meski sudah ada yang berbunga namun beberapa bakal bunga suweg dipastikan masih akan bermunculan di beberapa titik.

Sebagai bahan diet, umbi suweg diiris tipis seperti mie selanjutnya dijemur dan disimpan dalam wadah kedap udara serta dimakan dengan cara dikukus layaknya nasi.

Baca juga: Bunga Bangkai Berdiameter 50 CM Hebohkan Warga Maguwoharjo

Berbagai manfaat suweg sebagai serat pangan dipercaya mengurangi kegemukan dan kolesterol sehingga sengaja dibudidayakan. Meski tanaman tersebut seolah hilang saat musim kemarau dan muncul setelah musim hujan tiba ditandai dengan munculnya bunga dan batang.

“Kemarin banyak kawan anak saya yang foto foto bunga ini katanya mirip bunga Raflesia tapi saya sendiri belum pernah melihat bunga raflesia,” terang Sipon.

Christeva, salah satu anak kelas 5 SD yang baru kali pertama melihat bunga suweg tersebut mengaku sangat tertarik dan mengabadikan bunga suweg yang diakuinya pernah diperlihatkan oleh guru pelajaran IPA di kelasnya seperti bunga bangkai.

Ia bahkan sempat berswafoto di depan bunga yang cukup unik tersebut sebagai dokumentasi sebelum bunga tersebut layu dan mati dengan bentuk yang tak lagi indah dan berbau busuk.

Lihat juga...