Serangan Pesawat Tanpa Awak Tewaskan 31 Orang di Pakistan
PARACHINAR – Dua serangan yang diduga dari pesawat tanpa awak Amerika Serikat menewaskan 11 orang di pegunungan perbatasan Pakistan-Afghanistan, Selasa (17/10/2017).
Serangan yang disebut-sebut sebagai reaksi terhadap aksi demo sehari sebelumnya yang menewaskan 20 orang. Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah pasangan Kanada-Amerika yang disandera Taliban dibebaskan dari daerah tersebut di barat laut Pakistan.
Pada Jumat (13/10/2017), pesawat tanpa awak AS terlihat mengudara di lokasi tempat seorang warga Amerika Caitlan Coleman, dan suaminya warga Kanada, Joshua Boyle, serta ketiga anak mereka yang terlahir dalam tahanan, dibebaskan. Keluarga Coleman telah diculik oleh jaringan Haqqani saat wisata beransel di Afghanistan pada 2012.
“Empat pesawat tanpa awak menembakkan enam misil dalam serangan Senin, dan empat lainnya tewas dalam dua serangan pada Selasa,” kata pejabat administratif tertinggi di Kurram Agency, bagian dari permukiman suku yang dikelola secara federal oleh Pakistan, Baseer Khan Wazir.
Pesawat tak berawak tersebut menembakkan misil ke tempat persembunyian Taliban. Dan disebut telah mengakibatkan sedikitnya 31 orang tewas dalam serangan yang berlangsung selama dua hari.
Sumber di Taliban mengatakan 18 anggota militan Haqqani berbasis di Pakistan, yang bersekutu dengan Taliban, tewas dalam serangan Senin lalu dan enam lainnya dalam satu serangan pada Selasa.
“Ada beberapa rumah bangunan terbuat dari tanah liat yang digunakan oleh mujahidin (pejuang Taliban Afghanistan),” ujar seorang anggota Taliban Afghanistan, yang meminta untuk tidak disebutkan identitasnya.
Tidak ada militan terkemuka yang berada di daerah tersebut ketika pesawat tanpa awak itu menargetkan dua atau tiga kamp yang berbeda. Sementara sumber Taliban lainnya mengatakan dua komandan tewas dalam serangan pada Senin.
Saksi mata mengatakan bahwa mereka mendengar pesawat tak berawak itu dan melihat asap tebal sebelum melihat 20 peti mati darurat keluar dari daerah tersebut. Penduduk daerah tersebut mengatakan bahwa aksi demo tersebut tidak lebih dari 300 meter dari perbatasan Pakistan.
“Selalu ada beberapa pesawat tanpa awak kecil mengudara di atas daerah perbatasan ini, namun ini adalah pertama kalinya empat pesawat tak berawak tampak pada saat bersamaan,” ujar Kurram, penduduk Gulab Sher. (Ant)