12 Serangan AS Hantam Persembunyian Al-Qaida di Yaman
ADEN – Beberapa tempat persembunyian anggota Al-Qaida yang berpusat di Yaman dihantam oleh serangkaian serangan udara yang dilancarkan drone AS pada Senin (16/10/2017).
Dilaporkan, lebih dari 12 serangan yang terjadi di kawasan tersebut. “Pesawat tanpa awak milik Amerika menyerang kamp pelatihan dan simpanan senjata kelompok teror Al-Qaida di berbagai desa di daerah pegunungan di Provinsi Al-Bayda dengan lebih dari 12 serangan udara,” kata pejabat militer setempat yang tak ingin disebutkan identitasnya, Selasa (17/10/2017).
Menurut pejabat Yaman tersebut, serangan udara Amerika secara tepat menghantam tempat persembunyia Al-Qaida dan menewaskan banyak pelaku teror. Warga di provinsi tersebut mengatakan ada suara ledakan keras terdengar akibat pemboman udara Amerika dan banyak mobil bergegas untuk menolong korban.
Beberapa sumber suku mengatakan daerah yang dikuasai gerilyawan yang berafiliasi kepada kelompok fanatik IS juga menjadi sasaran sejumlah serangan drone AS. Pertempuran yang bersenjata baik dari kelompok fanatik itu dikerahkan dan mengepung desa tempat serangan udara dilancarkan.
Serangan udara AS tersebut dilancarkan bersamaan dengan operasi militer anti-teror yang sedang berlangsung dan dilancarkan oleh tentara Yaman yang baru dilatih melawan cabang Al-Qaida di Yaman. Kelompok Al- Qaida di Yaman di dikenal dengan nama Al-Qaida di Jazirah Arab (AQAP) di Abyan.
Militer AS telah melancarkan beberapa serangan udara terhadap petempur AQAP di berbagai provinsi negara Arab. Wilayah yang dicabik perang itu sejak Presiden AS Donald Trump menyetujui operasi militer yang diperluas terhadap kelompok tersebut.
Operasi itu meliputi peningkatan serangan udara pada malam hari dan serangan militer darat terhadap tempat persembunyian anggotan Al-Qaida di daerah pegunungan Al-Bayda dan Provinsi Shabwa di bagian tenggara negeri tersebut.
Cabang Al-Qaida yang berpusat di Yaman, yang dipandang oleh AS sebagai cabang paling berbahaya jaringan teror global, telah memanfaatkan bertahun-tahun konflik mematikan antara Pemerintah Yaman dan anggota milisi Syiah Al-Houthi untuk memperluas kehadirannya terutama di berbagai provinsi Yaman Tenggara.
Pemerintah Yaman, yang bersekutu dengan koalisi militer pimpinan Arab Saudi, selama bertahun-tahun telah memerangi kelompok Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran, untuk menguasai negara Arab itu.
Data statistik memperlihatkan lebih dari 8.000 orang telah tewas dalam konflik di Yaman dan sebagian besar adalah warga sipil. Jatuhnya korban tersebut adalah sejak koalisi pimpinan Arab Saudi memasuki konflik tersebut pada 2015. Negara Arab itu juga menderita akibat wabah kolera terbesar di dunia, dengan sebanyak 5.000 kasus dilaporkan setiap hari. (Ant)