Sayang-Sayang Mataram, Kawasan Kuliner Khas Lombok

LOMBOK – Bagi wisatawan, setiap melakukan liburan ke suatu daerah, termasuk Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), rasanya kurang lengkap jika hanya jalan-jalan menikmati berbagai keindahan dan pesona objek pariwisata yang terdapat di suatu daerah.

Karena itu, selain menikmati keindahan objek wisata pantai dan alam, wisatawan biasanya juga berburu aneka kuliner khas daerah untuk dinikmati. Sebab, setiap daerah tentu memiliki kuliner dengan ciri khas dan cita rasa masing-masing.

Di kawasan Kelurahan Sayang-Sayang Kota  Mataram, misalkan, terdapat deretan rumah makan dan lesehan yang menyuguhkan aneka masakan khas Lombok, termasuk masakan tradisional, mulai dari beberuk, pelecing, urap-urap, lansuk hingga kuliner khas Lombok yang sudah banyak dikenal wisatawan seperti ayam Taliwang.

Kawasan Sayang-Sayang Kota Mataram juga merupakan salah satu kawasan pembudidaya ikan air tawar terbesar di Kota Mataram. Tak heran banyak rumah makan berjejeran, di mana ikan nila dan ikan lele sudah menjadi menu wajib di hampir setiap rumah makan yang ada di kawasan ini.

“Makan di kawasan Sayang-Sayang, enak, pilihan menu banyak, mulai dari beberuk, pelecing dan masakan lain yang pasti dijamin puas”, kata Anam, salah satu karyawan swasta di Kota Mataram, Sabtu (7/10/2017).

Selain itu, rumah makan di kawasan Sayang-Sayang juga masih alami dan masih banyak terdapat areal persawahan yang mengitari setiap rumah makan atau lesehan yang ada, menambah suasana menjadi asik, makan sambil menikmati hijaunya areal persawahan.

Anam mengaku dalam setiap kesempatan acara ngumpul dan makan bareng bersama teman-teman kerja, kawasan kuliner di Sayang-Sayang selalu menjadi pilihan, selain dikelilingi areal persawahan, areal rumah makan juga luas dan banyak ditumbuhi pepohonan rindang.

Mawardi, salah satu karyawan rumah makan di kawasan itu, mengatakan, lesehan dan rumah makan di kawasan Sayang-Sayang memang telah menjadi kawasan favorit bagi masyarakat maupun wisatawan. “Kunjungan biasa ramai kalau hari aktif di siang hari saat jam makan, masyarakat atau pegawai biasa secara ramai-ramai datang makan termasuk masyarakat, paling ramai saat hari libur”, katanya.

Dikatakan, pihaknya menyediakan menu makan dengan sistem paketan dengan harga variatif, tergantung pilihan menu, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.

Lihat juga...