Rumah Gedhek Mujiono Kini Layak Ditinggali

YOGYAKARTA – Mujiono hampir tak percaya rumahnya yang terletak di RT 1 Dusun Priyan, Trirenggo, Bantul, kini nampak jauh lebih baik dari sebelumnya. Rumah yang dulunya hanya terbuat dari bambu gedhek lusuh, kini telah berdiri kokoh dengan dinding semen permanen.

Tak hanya itu saja, jika dulu setiap malam hari rumahnya harus gelap gulita karena belum tersambung listrik, kini ia pun bisa lebih lega karena sudah ada penerangan lampu listrik yang menerangi rumahnya.

Mujiono merupakan salah satu dari 10 orang keluarga pra sejahtera di Desa Trirenggo, Bantul yang menerima bantuan Bedah Rumah dari Yayasan Damandiri, melalui Program Desa Mandiri Lestari. Ia dipilih sebagai penerima bantuan bedah rumah senilai Rp20 juta karena kondisi rumahnya yang dinilai tidak layak huni sehingga harus direnovasi.

“Dulu rumah saya ini dari gedhek (bambu). Lantainya masih tanah. Kalau musim hujan sering bocor. Angin juga bisa masuk,” ujarnya mengenang kondisi memprihatinkan rumahnya yang harus ia tinggali bersama seroang anak dan istrinya selama puluhan tahun.

Mujiono mengaku sangat bersyukur, adanya program Desa Mandiri Lestari dari Yayasan Damandiri di desanya, dapat membantu keluarganya memiliki rumah yang lebih layak untuk ditinggali.

Sebagai buruh bangunan dengan gaji Rp300 ribu per minggu, ia mengaku tak akan mampu jika harus membangun sendiri rumahnya. Apalagi ia masih harus membiayai sekolah anaknya yang duduk kelas 4 SD. Sementara istrinya hanya bekerja sebagai buruh tani dengan sambilan membuat anyaman bambu yang juga sangat minim penghasilannya.

“Kalau tidak mendapat bantuan, saya tidak akan mungkin kuat bangun rumah ini jadi seperti ini,” katanya.

Kini dengan kondisi rumah barunya, ia pun mengaku lebih nyaman. Selain tak lagi khawatir bocor atau kedinginan saat musim hujan, adanya sambungan listrik di rumahmya membuat anaknya bisa belajar leluasa tanpa harus terganggu kondisi gelap.

Tak hanya itu saja, melalui program Desa Mandiri Lestari di desanya, ia juga akan mendapatkan bantuan modal usaha senilai Rp2,5 juta. Ia mengaku berencana akan menggunakan modal usaha itu untuk mengembangkan usaha kerajinan anyaman bambu yang digeluti istrinya.

“Bersyukur sekali. Rencananya mau saya gunakan untuk usaha membuat kerajinan bambu. Seperti membuat perkakas rumah tangga,” katanya.

Rumah Mujiono sebelum direnovasi. Foto: Jatmika

 

Lihat juga...