Rawan Pangan Ancam Sikka
MAUMERE – Sebanyak 39 desa yang terdapat di 12 kecamatan di kabupaten Sikka masuk dalam kategori rawan pangan menyusul adanya angin kencang yang mengakibatkan rusaknya tanaman pertanian dan perkebunan serta adanya kekeringan akibat kemarau panjang.
Demikian disampaikan kepala dinas Ketahanan Pangan kabupaten Sikka Mauritz da Cunha saat ditemui Cendana News Selasa (10/10/2017) terkait adanya ancaman rawan pangan di Sikka.
“Data yang sudah masuk dari 39 desa sebanyak 9.726 kepala keluarga yang kemungkinan besar akan mengalami rawan pangan sehingga kami sudah intervensi dengan memberikan bantuan beras,” ungkapnya.
Rawan pangan jelas Mauritz dilihat dari beberapa aspek yakni pertama, aspek ketersediaan dimana tanaman pertanian dan perkebunan mengalami kerusakan atau puso, aspek kedua akses, bisa harga dan daya beli, dan aspek ketiga pemanfaat dilihat apakah ada bayi yang mengalami gizi buruk atau tidak.
“Bila ada satu aspek saja terpenuhi maka bisa dikategorikan rawan pangan dan di beberapa wilayah di kabupaten Sikka bila dilihat maka masuk kategori rawan pangan. Sebab ada 2 aspek terpenuhi dimana banyak tanaman pertanian dan perkebunan mengalami kerusakan serta daya beli masyarakat menurun,” terangnya.
“Banyak tanaman pertanian dan perkebunan di Sikka alami kerusakan sehingga pemerintah melakukan intervensi dengan masuknya proyek ke desa untuk membuat masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan serta dilakukan intervensi dengan memberikan bantuan beras,” ungkapnya.
Sementara itu bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera saat ditemui Cendana News di kantornya Selasa (10/10/2017) siang mengaku akan memperpanjang status darurat bencana yang jatuh tempo hari ini Selasa (10/0/2017) untuk waktu satu minggu ke depan yakni sejak tanggal 11 hingga 17 Oktober 2017.
Pemda Sikka, kata Ansar, akan memberikan bantuan benih bagi para petani dan sedang dilakukan pendataan daerah mana saja yang membutuhkans ebab dampak dari kekeringan dan rawan pangan,bibit yang disiapkan untuk musim tanam berikutnya sudah habis dikonsumsi.
“Saya sudah meminta dinas Pertanian untuk lakukan pendataan dan segera meminta masyarakat menyiapkan lahan pertaniannya agar nanti saat musim tanam bisa segera ditanam dengan bibit bantuan dari pemerintah,” sebutnya.
Ansar meminta agar wilayah-wilayah desa yang belum membuat laporan terkait adanya ancaman rawan pangan seperti desa-desa di kecamatan Palue agar segera memasukan data suapay bisa diberikan bantuan oleh pemerintah.