RIO DE JANIERO – Militer dan polisi Brasil meningkatkan keamanan di kota utara Humait di wilayah Amazon. Langkah tersebut dilakukan setelah penambang emas gelap membakar kantor pengawas lingkungan pemerintah.
Gedung Badan Perlindungan Lingkungan Brasil (Ibama) dan Lembaga Pelestarian Keragaman Hayati Chico Mendes (ICMBio) di kota Humait, Brazil utara terkena serangan pada Jumat (29/10/2017).
Serangan tersebut terjadi setelah tindakan keras terhadap penambangan gelap. Satuan tugas pemerintah membakar sekitar 30 kapal senilai sekitar 20.000 dolar AS masing-masing di daerah terlarang dekat cadangan hutan di sungai Madeira.
Serangan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan kekerasan lebih lanjut dari para penambang liar yang sering mencari emas di kawasan lindung atau tanah pribumi di tengah meningkatnya ketegangan atas kepemilikan tanah.
Pejabat polisi militer Rogens de Souza Morais mengatakan penambang liar atau yang disebut garimpeiros telah menggerakan sedikitnya 5.000 demonstran turun ke jalan setelah operasi tersebut dilakukan “Beberapa garimpeiros memberi ongkos kembang api kepada para demonstran. Orang-orang juga menggunakan bebatuan untuk memukul Ibama,” kata Morais.
Dia mengatakan bahwa tentara dan pejabat polisi federal kini memperkuat keamanan di wilayah tersebut. Ibama bertindak sebagai kelompok pemantau lingkungan untuk melindungi sumber daya alam Brasil, sementara ICMBio bertanggung jawab atas cadangan hutan.
Perburuan emas di Amazon oleh penambang liar telah menghancurkan sebagian hutan dan meracuni sungai dengan merkuri dan racun lainnya. Sementara hal tersebut juga melibatkan perdagangan manusia dan prostitusi.
Seorang pejabat Ibama membenarkan bahwa gugus tugas pekan lalu meluncurkan sebuah operasi melawan penambangan emas ilegal di sepanjang Sungai Madeira. Demontrasi mengatakan bahwa undang-undang Brasil mengizinkan penghancuran peralatan yang digunakan dalam kejahatan lingkungan.
Dalam pernyataan bersama Sabtu malam, ICMBio dan Ibama mengatakan kerusakan akan dinilai segera setelah wilayah tersebut kembali normal. Kedua lembaga tersebut mengatakan perjuangan mereka melawan kejahatan lingkungan akan terus berlanjut.
“Biasanya terkait dengan beberapa kejahatan lainnya seperti penyelundupan dan penghindaran pajak, penambangan liar yang menguasai tanah dan dan telah berkontribusi terhadap peningkatan kekerasan di pedesaan. Skenario ini membutuhkan kinerja institusi publik yang kuat,” kata pernyataan tersebut.
Jaksa federal Aldo de Campos Costa mengatakan bahwa kantornya di negara bagian Amazonas akan meluncurkan penyelidikan perdata dan pidana untuk mengetahui yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. (Ant)