JAYAPURA – Kodam XVII Cenderawasih mempersiapkan satu kompi personel mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan aksi penembakan di areal PT Freeport di Tembagapura. Personil yang disiapkan akan diperbantukan ke Polda Papua.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen George Supit mengatakan, satu satuan setingkat kompi sudah siap diperbantukan ke Polda Papua untuk bergabung mengejar dan menangkap KKB. “Belum dipastikan kapan prajurit TNI bergabung dengan personel Polri di Tembagapura. Ini untuk memenuhi permintaan Polda Papua,” ujar Mayjen Supit.
Meski baru menyiapkan satu kompi, Mayjen Supit menyebut, masih siap untuk menambah personil, jika memang kekuatan yang diturunkan saat ini masih dirasakan kurang.
Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar secara terpisah mengaku sudah meminta tambahan personel TNI dari Kodam XVII Cenderawasih untuk dikerahkan bersama Polri mengejar KKB.
Polri saat ini terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang sering melakukan penembakan di areal PT Freeport dan dengan diperbantukannya personel TNI diharapkan dapat lebih optimal.
“Dalam melaksanakan aksinya KKB menggunakan pola gerilya yakni menyerang dan berlari, sehingga menyulitkan anggota kepolisian, apalagi mereka lebih menguasai medan. Kondisi alam dan cuaca sangat tidak bersahabat, sehingga sering kali menyulitkan anggota dalam melakukan pengejaran,” tandas Boy.
Sementara itu Setelah penembakan pos Brimob di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua yang berlokasi di MP67 dan area MP66, Minggu (29/10/2017) sekitar pukul 10.35 WIT oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), aparat kepolisian masih melakukan penjagaan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, personel gabungan Brimob dan TNI masih bersiaga di tempat kejadian. Sementara anggota aparat gabungan lainnya melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.
“Sementara masih dilakukan penambahan dari Mapolres dan Satgas Brimob lainnya untuk membantu pengejaran. Para karyawan dan warga yang berada di sekitar penembakan dievakuasi menuju Sport Hall MP68 agar terhindar dari aksi penembakan,” katanya.
Kronologi peristiwa penembakan berawal pada Minggu pukul 10.35 WIT, anggota menempati RPU mile 67 setelah anggota ditembak dari arah ketinggian sebelah kiri dari arah mile 68. Kemudian, terjadi baku tembak saat anggota Satgas membalas tembakan beberapa kali, yang dibalas dengan tembakan sebanyak lima kali oleh KKB.
Kepala Operasi Amole, Kepala Satgas, Wakil Kepala Satgas dan Danyon B Brimob Mimika bersama anggota yang kebetulan melintasi tempat kejadian mendatangi tempat kejadian untuk bergabung dengan anggota yang berada di Pos Brimob dan berjaga.
“Aparat gabungan Satgas Brimob dan TNI melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan yang diduga melarikan diri ke area Hidden Valley MP66. Pukul 11.05 WIT, empat personel Satgas TNI BC64 beserta tim patroli zona melakukan standby di pertigaan Hidden Valley MP66,” katanya.
Kendati demikian, insiden itu tidak menyebabkan korban jiwa dan hanya kendaraan operasional yang digunakan Brimob terkena tembakan saat sedang parkir di depan pos. (Ant)