Ketahanan Pangan Global Harus Tertangani

JAKARTA – Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menekankan pentingnya ketahanan pangan secara nasional maupun global yang apabila tidak tertangani akan menjadi masalah bagi suatu negara.

“Pangan merupakan kebutuhan pokok, forum ini jadi penting untuk menjalin kerja sama para stake holder untuk penuhi kriteria pemenuhan ‘food security, sustainbility, quality’. Tanpa itu suatu negara akan bermasalah,” kata Jusuf Kalla dalam acara Forum Pangan Asia Pasifik di Jakarta, Senin.

Wakil Presiden menerangkan ketahanan pangan yang tak terpenuhi bisa menjadi masalah bagi negara dan masalah politik.

“Dulu di Indonesia masalah pangan bisa guncang pemerintahan. Di Indonesia saja itu kurang cabai jadi masalah. Mungkin satu-satunya di dunia. Itu penting, semua hal-hal kecil yang apabila tidak dipenuhi akan timbulkan masalah rumah tangga,” jelas Kalla.

Dia menjelaskan tantangan Indonesia dan juga dunia ialah meningkatkan produksi pangan dengan penguasaan teknologi di tengah pemenuhan kebutuhan industri dan hunian yang menggunakan lahan pertanian.

Terlebih isu perubahan iklim yang memengaruhi sektor pertanian bisa menurunkan produksi panen. Oleh karena itu, Kalla menginginkan solusi meningkatkan produksi dan kualitas menggunakan teknologi.

Selain itu, Kalla juga menekankan tentang mengubah perilaku masyarakat tentang pola makan yang sehat, termasuk tidak mebuang-buang makanan.

“Di beberapa tempat di dunia ini orang menyediakan makan dengan berlebihan, kadang yang dimakan hanya 70 persen. Malah di Timur Tengah mungkin hanya 50 persen yang dimakan dari yang disajikan. Itu harus diubah,” terang Kalla.

Selain itu, perilaku lain yang harus diubah ialah mengenai sajian makanan yang dikonsumsi masyarakat harus sesuai dengan kebutuhan gizi.

Kalla menjelaskan kampanye pemenuhan gizi “4 Sehat 5 Sempurna” yang pernah dilakukan pemerintah Indonesia dinilai sangat melekat. Kini kampanyenya diubah dengan pemenuhan gizi berimbang dengan “Isi Piringku” di mana 50 persen berisi buah dan sayur, 25 persen karbohidrat, dan 25 persen protein.

Di akhir pidatonya Kalla mengharapkan Forum Pangan Asia Pasifik yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan terkait sektor pangan bisa menghasilkan solusi terbaik untuk menjawab berbagai tantangan. (Ant)

Lihat juga...