YOGYAKARTA — Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan mengatakan serangan hawa wereng batang coklat yang terjadi di wilayah Indonesia pada musim tanam 2017 dipastikan tidak mengganggu produksi padi nasional.
“Soal serangan wereng data persisnya tidak tahu, tetapi kemarin kita sudah konfirmasi kalau itu tidak mengganggu ramalan produksi padi,” kata Irjen Kementan usai gerakan taman Jajar Legowo di Desa Panjangrejo Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (4/10/2017).
Menurut Irjen, serangan wereng batang coklat (WBC) memang menjadi masalah pada musim tanam 2017, bahkan seperti di lahan pertanian padi wilayah Indramayu dan Cirebon (Jawa Barat) serangannya cukup signifikan setelah dirinya meninjau langsung.
Namun demikian, kata dia, serangan wereng di sentra pertanian padi tidak sampai mengakibatkan gagal panen, seperti di wilayah DIY yang meliputi empat kabupaten, tidak ada yang dilaporkan puso akibat serangan hama yang hidup pada pangkal batang padi itu.
“Kami pastikan datanya memang ada serangan itu, namun saya tahu di Yogyakarta ini tidak ada yang puso, karena puso itu jika hanya 25 persen yang dipanen. Jadi kami pastikan serangan wereng di kita ini tidak mengganggu produksi padi,” katanya.
Sedangkan terkait dengan cuaca kemarau ekstrem pada tahun 2017, Irjen Kementan mengatakan juga tidak mengganggu produktivitas panen padi, meskipun berpengaruh pada ketersediaan air namun tidak terlalu signifikan, termasuk di wilayah kering di DIY.
“Sekarang ini sudah masa pancaroba dalam artian saat kritis sudah kita lewati, minggu lalu kita ke wilayah Gunung Kidul yang betapa keringnya di daerah itu, namun sawah di ketinggian sekitar 700 meter pada puncak musim kering masih bisa panen,” katanya.
Irjen mengatakan, tidak terganggunya produksi padi nasional meskipun ada serangan wereng dan anomali cuaca pada 2017 itu tidak lepas dari peran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta yang sudah mengarahkan petani menanam varietas unggul tahan wereng.
“Seperti yang ada di sini (bulak Gedangan Desa Panjangrejo Pundong) ini menggunakan varietas unggul tahan wereng yang didampingi pembibitannya atau budi dayanya oleh BPTP Yogyakarta,” katanya.[Ant]