BANDUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 Provinsi Jawa Barat di Bandung, Sabtu (30/9/2017) berlangsung meriah. Salah satu acara yang banyak di tunggu masyarakat adalah pemecahan sejumlah rekor Original Record Indonesia (ORI) bernuansa 72.
Rekor-rekor tersebut yakni, rekor makan martabak San Fransico terbanyak, 72 tari batik, 72 silat, 72 paduan suara, 72 tari dangiang sunda, 72 angklung, 72 karinding, 72 kaulinan baheula, 72 celempung.
Kemudian rekor 72 perkusi, 72 musik uang logam kuno, 72 musik perkusi alat kesehatan, 72 tari batu kujang, 72 warna lukis kanvas energi, 72 kata monolog budaya, dan oratorium colosal 72 untuk jabar, serta 7 lelaki 2 wanita goong tiup. Jumlah personil yang terlibat mencapai 879 Orang, dengan simbol angka 8 yang berarti kekokohan, 7 simbol maju, dan angka 9 simbol tertinggi.
“Saya tidak nyangka, saya tidak tahu ternyata ada rekor-rekoran. Tapi kalau itu layak di rekorkan terima kasih Alhamdulillah, serba angka 72 yah,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu (30/9/2017).
Bagi Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan, HUT Ke-72 Jabar ini adalah perayaan pesta rakyat terakhir baginya sebagai pimpinan. Per 13 Juni 2018, dirinya akan kembali menjadi warga biasa. Ia akan pensiun dari masa jabatannya setelah dua periode memimpin Jawa Barat.
Ia berharap, gubernur penggantinya nanti dapat meneruskan apa yang telah ditorehkan semasa kepemimpinannya. Menurutnya, apa yang dilakukan di masa yang akan datang merupakan keberlanjutan dari masa kini.
“Kita ingin seorang kepala daerah jangan ada kesombongan sedikitpun, tidak ada arogansi sedikitpun, hakikatnya kita sedang melanjutkan apa yang sudah dilakukan para terdahulu kita,” kata dia.
Sebelumnya, dalam rangkaian HUT Jabar yang diselenggarakan pada Jumat (29/9) hingga Sabtu (30/9) menampilkan berbagai kegiatan. Adapun rangkaian kegiatan tersebut terdiri atas acara Ngopi Saraosna Vol 3, Bandung Tea Festival 2017, peragaan pakaian tekstil unggulan Jabar karya Designer Indonesian Fashion Chamber (IFC) Bandung Chapter, kawasan Little West Java, penampilan musik, dan ditutup penampilan Wayang Golek dengan Dalang Ki Adi Konthea Kosasih Sunarya. (Ant)