Hamriani Hamide, Ubah Sampah jadi Kerajinan

MAKASSAR – Tumpukan sampah tampak berjejer rapi di teras depan rumah Hamriani Hamide di Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo. Selain menjalankan program pemerintah Hamriani juga ingin mengubah mindset masyarakat, bahwa sampah jika dirangkai dan dibentuk akan menghasilkan produk kerajinan yang cantik.

Hamriani Hamide dikenal berhasil membentuk bank sampah. Meski baru beberapa bulan dibentuk di Jalan Tinumbu Lorong 148. Bank sampah ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang tinggal di daerah tersebut. Selain disetor ke bank sampah tingkat ke kecamatan, sampah-sampah ini juga didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang menarik.

Menurut Hamriani sampah-sampah yang ada di bank sampah selain disetorkan ke bank sampah di tingkat kecamatan juga didaur ulang.

“Saya sudah membuat bros dari sisa kain perca serta tempat tisu dari bibir gelas plastik bekas yang dipisahkan,” ungkapnya pada Cendana News, Rabu (18/10/2017) di kediamannya.

Lewat bank sampah, Hamriani tidak hanya ingin menjaga kebersihan lingkungan. Hamriani juga ingin mengubah mindset masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomis. Dengan cara mengubah sampah menjadi sesuatu hal yang menarik tersebut.

Seperti mengubah sampah menjadi tempat tisu, tempat gelas, aksesoris jilbab dan tempat pensil sehingga bisa dijual. Hingga kini produk daur ulang sampah Hamriani masih dijual dari teman ke teman. Selain itu kerajinan tangan buatan Hamriani pernah meraih juara dua dalam perlombaan.

Perempuan yang juga merangkap sebagai Ketua RW ini menambahkan, ia mengajak 5 orang dalam kerajinan tangan tersebut.

“Saya melihat orang yang ikut kegiatan dalam daur ulang sampah sangat tertarik. Mereka sangat antusias dalam mengerjakan. Mereka juga mengerjakan saat ada waktu luang,” jelasnya.

Saat ini, nasabah bank sampah Harapan Sejahtera sudah mencapai 105 orang. Biasanya, masyarakat akan mengumpulkan sampah plastik serta dos-dosnya, lalu dibawa ke bank sampah dan ditimbang. Masyarakat di Jalan Tinumbu Lorong 142 sendiri akan menukar dengan uang atau ditabung.

Bank sampah tersebut mempunyai program sampah bayar sampah. Program itu merupakan program pembayaran retribusi sampah setiap bulan sebesar Rp10.000. Terkadang masyarakat di daerah ini sangat sulit untuk membayar retribusi sampah bulanan. Dengan adanya sampah bayar sampah, masyarakat cuma perlu mengumpulkan sampah untuk membayar retribusi.

“Dengan adanya sampah bayar sampah, saya sudah tidak kesulitan lagi meminta iuran sampah bulanan pada warga yang ada,” pungkasnya.

Aneka produk olahan sampah kemasan plastik. Foto: Nurul
Lihat juga...