Lewat Bank Sampah, Raffiuddin Ajari Masyarakat Perhatikan Lingkungan

MAKASSAR – Lorong yang asri ada di RT 3/RW 01, berlokasi di Kelurahan Pisang Selatan, Kecamatan Ujung Pandang. Di kawasan lorong ini sedang getol menjalankan program wali kota Makassar yaitu bank sampah. Ada bank sampah Audry, misalnya, yang dikelola oleh Abdul Raffiuddin.

Semenjak aktif dari tahun 2015 lalu bank sampah yang ada di lorong ini telah memiliki 80 orang nasabah. Nasabah yang tergabung dalam bank sampah ini merupakan masyarakat yang tinggal di daerah ini. Bahkan bank sampah yang dijalankan oleh Raffiuddin memberdayakan 3 orang tukang sapu.

Menurut Raffiuddin dengan adanya bank sampah yang hadir di tengah masyarakat banyak manfaat yang dirasakan.

“Semenjak aktif 2 tahun lalu banyak manfaat yang dirasakan oleh Rafiuddin baik dalam lingkup kebersihan dan juga dalam pola hidup masyarakat,” jelas Raffiuddin kepada Cendana News di kediamannya, Rabu (4/10/2017).

Dengan kehadiran bank sampah yang ada di setiap kelurahan di Kota Makassar, mampu menekan volume sampah yang dikirim ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Masyarakat juga menjadi sadar akan kebersihan di lingkungannya.

Tidak hanya itu saja, bank sampah ini juga sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat. Berangkat dari seorang pemerhati lingkungan, Raffiuddin termotivasi membuat bank sampah di tempat tinggalnya.

Raffiuddin menambahkan jika selama ini paradigma bank sampah di mata masyarakat jelek. Hal ini karena disebabkan kurangnya pengetahuan.

“Biasa masyarakat menganggap bahwa mengumpulkan sampah pelastik itu adalah kerjaan dari pemulung saja, namun kini mind set masyarakat berubah setelah diberikan pengetahuan,” tuturnya.

Setelah masyarakat diberi pengetahuan bahwa sampah banyak memiliki nilai ekonomis yang tinggi, masyarakat pun akhirnya mau membuang sampah pada tempatnya. Dan mau mengumpulkan sampah anorganik mereka untuk ditukar dengan sembako atau ditabung.

Masyarakat juga beranggapan dengan adanya bank sampah bisa membantu kebutuhannya. Sampah yang ditampung di rumah Raffiuddin lalu dikirim ke bank sampah pusat untuk dikelola lebih lanjut.

Meski begitu Raffiuddin menyampaikan masih ada kendala yang dihadapi dalam pengelolaan bank sampah yaitu masih kekurangan alat yang memadai.

“Berharap ke depan masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi mengingat masalah sampah jika sedikit saja kita lengah akan berdampak besar,” tutupnya.

 

Lihat juga...