Magister Muda Ini Pendidik Anak Nelayan Miskin di Makassar

MAKASSAR — Anak-anak Pesisir Marbo, Makassar menyapanya sebagai kakak. Erna Ervianti adalah relawan Komunitas Abstrak Literasi yang mengajar anak-anak usia SD dari golongan marjinal.

Cara gadis berhijab ini mengajar lemah lembut membuat dia disukai anak-anak.  Sekitar 20 anak-anak diajarnya.  Sebagian anak-anak ini putus sekolah.  Erna mengajar setiap hari Sabtu bersama relawan lainnya. Mereka menginginkan anak-anak dari keluarga nelayan itu mendapatkan pendidikan yang layak.

Usian Erna  masih muda. Kelahiran Bulukumba 9 Januari 1994 ini, merupakan mahasiswa tingkat III Magister Universitas Negeri Makassar (UNM),  Prodi Penelitian Evaluasi Pendidikan.  Di kalangan teman-temannya, dia merupakan mahasiswa termuda di prodinya.

Sarjana PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) ini sebenarnya tidak berniat ingin menjadi guru. Namun cita-cita mulianya ingin berbagi ilmu pada siapa saja. Inilah yang menghantarkan Erna tetap melanjutkan pendidikannya ke S2.

Erna menceritakan pada awalnya dirinya tidak penah tertarik untuk menjadi guru. Namun hatinya tergerak ketika mengikuti Petugas Penyuluh Lapangan  SDN di  Tidung Makassar, dunia anak-anak membuatnya tertarik.

“Untuk memahami dunia anak-anak umur 5-10 tahun harus dibutuhkan kesabaran,ketenangan, dan keramahan,”  cerita pada Cendana News ketika di temui di Kampus Pascasarjana UNM,  Kamis (3-08-2017).

Tidak hanya Mahasiswa magister termuda di UNM namun juga Erna merupakan sarjana PGSD lulusan dengan predikat cum lude dengan IPK 3,8.  Itu sebabnya Erna meraih beasiswa. Sedangkan dalam menempuh pendidikan magister saat ini Erna juga mendapat beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Erna juga seorang aktivis. Hal ini terbukti dari beberapa organisasi yang telah diikuti. Sebut saja  Komunitas Laboratorium PGSD, di mana Erna menjadi menjadi ketua selama dua priode, Ikatan alumni PGSD, Erna menjadi bendahara umum selama 4 priode, LPDP Makassar menjadi penanggung jawab, LPDP UNM penanggung jawab divisi pegembangan organisasi.

Meski mengikuti banyak organisasi,  Erna tidak pernah terbebani dengan kegiatannya, menurutnya pendidikan dan organisasi haruslah sejalan.

“Selama kuliah saya lebih cenderung membuat proposal dan susunan acara serta kegiatan-kegiatan dalam organisasi,” jelas Erna.

Sulung dari 2 bersaudara ini sangat menyukai membuat konsep-konsep acara kegiatan. Sehingga dirinya sering dipercaya menjadi panitia di kegiatan-kegiatan kampus.

Semua prestasi yang ditorehkan ini Erna persembahkan bagi Ibunya yang bernama Hasmah dan almarhum ayahnya bernama Firman. Bagi Erna sosok orang tuanya adalah sosok tangguh dalam membesarkan anak.

“Walaupun almarhum ayah saya seorang supir angkot di Bulukumba tapi saya bangga dengan pekerjaanya,”  ungkapnya sambil mengingat almarhum ayahnya. Pengalaman hidupnya juga mendorong Erna peka dan memahami bahwa orang miskin pun berhak mendapat pendidikan yang layak.

Di mata teman-temannya Erna adalah sosok perempuan yang tangguh dan cekatan, serta lincah.  Erna disukai oleh teman-temannya, karena sosok yang ramah dan mudah bergaul.

Menurut Hezron yang merupakan salah satu teman seangkatannya, Erna  merupakan perempuan hebat.

“Bagi saya erna adalah teman yang baik dan ramah serta murah senyum dan gampang bergaul,” ungkap Hezron.

Lihat juga...