Dua Bupati Ziarahi Makam Raden Intan II
LAMPUNG – Puncak peringatan gugurnya pahlawan nasional Raden Intan II ke-161 pada tahun 2017 digelar di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan, dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan Bupati Lampung Tengah Mustafa.
Kegiatan puncak peringatan gugurnya pahlawan nasional asal Lampung Selatan tersebut menurut Zainudin Hasan menjadi sebuah momen untuk mengenang perjuangan dan jasa-jasa pahlawan yang gugur membela tanah air pada usia sangat muda guna mengusir penjajah dari tanah Lampung pada 5 Oktober 1856 lalu.
Sebagai pahlawan nasional sekaligus menjadi kebanggaan bagi Lampung Selatan. Zainudin Hasan juga berpesan kepada generasi muda untuk meneladani sikap kegigihan pahlawan asal Penengahan Lampung yang makamnya berada di Benteng Cempaka Desa Gedungharta Kecamatan Penengahan. Sebagai pahlawan kini makam Raden Intan II bahkan menjadi tempat wisata sejarah sekaligus religi oleh masyarakat dari wilayah Provinsi Banten hingga wilayah lain.

Zainudin Hasan yang hadir dalam kegiatan peringatan Ke-161 gugurnya pahlawan nasional Raden Intan II didampingi oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa yang sengaja datang ke Lampung Selatan untuk berziarah ke makam pahlawan nasional asal Lampung Selatan tersebut. Mustafa yang hadir di rumah keturunan kerabat Raden Intan II yang saat ini dipertahankan sebagai warisan sejarah.
Sebelumnya rangkaian peringatan gugurnya Pahlawan Nasional Raden Intan II tersebut menurut Budiman Yakub selaku tokoh masyarakat dan adat di Desa Kuripan telah diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya ziarah dan doa bersama di makam Ratu Darah Putih.
Selain itu, Keratuan Darah Putih juga menggelar rangkaian acara peringatan gugurnya pahlawan nasional Raden Intan II ke-161 dengan ziarah dan doa bersama di makam Raden Intan II yang berada di Benteng Cempaka Desa Gedung Harta Kecamatan Penengahan. Pada ziarah ke makam Raden Intan II tersebut menurut Budiman Yakub dilakukan oleh masyarakat se- Marga Ratu dari wilayah Lampung Selatan dan undangan dari wilayah lain.
“Pada puncaknya digelar acara marhaba dan pengajian akbar ibu-ibu pada siang hari dan pada malam hari diisi dengan kegiatan Bubokh Kuppulan dan pentas seni,” terang Budiman Yakub.
Acara yang digelar sebagai agenda tahunan Keratuan Darah Putih tersebut diakui Budiman Yakub diharapkan bisa menjadi agenda rutin pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Provinsi Lampung. Selain mengandung nilai sejarah peringatan gugurnya pahlawan nasional Raden Intan II bisa menjadi agenda wisata dengan penampilan kesenian tradisional Lampung yang bersumber dari kisah perjuangan Raden Intan II salah satunya tari tuping.
