Desa Klaten Lamsel Tingkatkan Kualitas Jalan Lingkungan Secara Bertahap
LAMPUNG — Secara bertahap, pemeritah Desa Klaten Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan terus membenahi sarana dan prasarana untuk memudahkan masyarakat dalam beraktifitas. Seperti halnya saat ini yang tengah dilakukan, yakni pembangunan jalan lingkungan dengan sistem rigid beton.
Kepada Desa Klaten, Joniamsyah menyebutkan, pembangunan secara bertahap terus dilakukan sejak tahun 2000 lalu. Mulai dari pembukaan dari jalan tanah, batu onderlagh hingga lapisan aspal tipis dan pasir (lantasir).

“Infrastruktur jalan yang dikehendaki masyarakat memang seluruhnya mulus namun dengan keterbatasan anggaran serta prioritas wilayah yang perlu didahulukan memperhitungkan komposisi jumlah kepala keluarga dan jalur untuk lahan perkebunan, pertanian sehingga dikerjakan secara bertahap,” sebutnya saat disambangi Cendana News di Dusun Umbul Keong, Kamis (12/10/2017).
Vitalnya infrastruktur sangat berkaitan erat dengan keberadaan sekolah di daerah tersebut, mulai dari jenjang SD hingga SMA sekaligus lahan pertanian di dekat Daerah Aliran Sungai Way Pisang dengan hasil utama jagung, pisang, kelapa serta hasil pertanian padi sawah.
Transportasi orang dan barang akan lancar dengan adanya infrastruktur jalan yang memadai dan bisa dilalui oleh kendaraan roda empat untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
Hingga bulan Oktober ini termasuk akses jalan di Dusun Umbul Keong sudah dibangun jalan rigid beton dengan menggunakan sumber dana desa sepanjang 1.150 meter. Sebagian dikerjakan dengan swadaya oleh warga yang tinggal di sekitar jalan yang dibangun.
“Material berupa cor beton menggunakan alat ready mix secara kebetulan menggunakan jasa dari perusahaan pelaksana proyek tol Sumatera sehingga komposisi campuran semen, pasir dan batu split sangat bagus agar kualitasnya tahan lama,” terang Joniamsyah.
Rencananya dari sekitar 1000 meter lebih akses jalan lingkungan yang belum mendapat jatah direncanakan dibangun pada pencairan dana desa tahun berikutnya.
“Rencananya semua jalan yang semula aspal dan sudah rusak kita ganti dengan rigid beton karena kualitasnya lebih bagus dan saat rusak bisa diperbaiki swadaya beda dengan aspal,” terang Joniamsyah.
Warto, warga Dusun Umbul Keong mengaku senang infrastrukutur jalan lingkungan di wilayah tersebut terus ditingkatkan bahkan di beberapa titik selain dipergunakan sebagai sarana mempermudah distribusi barang jalan rigid beton dimanfaatkan anak anak bermain bola dan bulutangkis.