BPIH Yogyakarta Berharap Miliki Gerai Ikan Hias

YOGYAKARTA — Koordinator pengelola Balai Benih Ikan Hias (BPIH) Nitikan Yogyakarta, Triyanto, berharap adanya fasilitas tambahan berupa gerai untuk mendisplay ikan hasil budidaya di kawasan kampung Nitikan, Umbulharjo, Yogyakarta itu. Pasalnya selama ini BPIH Nitikan tidak memiliki gerai untuk menjual secara langsung ikan hasil budidaya kepada konsumen.

Hal itu menjadi kendala tersendiri bagi pengelola untuk memasarkan ikan hias produksi BPIH Nitikan. Hingga saat ini BPIH Nitikan Yogyakarta sendiri memasarkan ikan hasil budidaya ke sejumlah pedagang maupun pengepul di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Meski memiliki berbagai jenis ikan hias potensial, namun BPIH Nitikan Yogyakarta kurang dikenal kalangan pecinta ikan hias di Yogyakarta karena lokasinya yang berada di tengah kampung.

“Kita inginnya ada tempat display, untuk memajang ikan, agar konsumen bisa langsung datang. Sebenarnya kita bisa memanfaatkan kolasi Yogja Fish Market yang berada di pinggir jalan raya dan lokasinya cukup dekat. Karena display akuarium untuk memasarkan ikan hias sangat penting,” katanya.

Memiliki lahan seluas hampir 1 hektar, dengan 64 kolam terbuka, BPIH Nitikan Yogyakarta sendiri membudidaya sedikitnya 15 lebih jenis ikan hias seperti aneka gupy, moly, siklid, hingga komet dan koki. Setiap masa panen, atau sekitar 3 bulan sekali, BPIH Nitikan menghasilkan tidak kurang 10ribu bibit ikan hias siap jual dengan kisaran harga Rp200-300, per ekor.

Menurut Tri, salah satu kendala dalam hal budidaya ikan adalah kondisi air yang kurang maksimal. Di mana pengelola memanfaatkan air tanah yang diambil dari sumur bor. Menurut Tri, kondisi air yang kurang bagus membuat pertumbuhan ikan menjadi terlambat.

“Air disini terlalu keras. Mungkin karena pengaruh kondisi air tanah yang mulai tercemar di wilayah tengah kota Yogyakarta. Sehingga memang butuh penyesuaian dulu. Jika tidak, ikan akan mudah mati,” katanya.

Selain kondisi air, pakan ikan juga menjadi masalah lain yang dihadapi pengelola dalam membudidaya ikan hias berkualitas. Pasalnya pakan yang ada selama ini merupakan pakan standar, sehingga kurang maksimal dalam membentuk kualitas warna dan pertumbuhan ikan hias.

“Sebenarnya pembudidayaan ikan hias di Yogyakarta tidak kalah dengan daerah lain yang sudah terkenal sebagai sentra budidaya. Bahkan bisa dibilang kualitas kita lebih bagus. Karena faktanya mereka ambil barang dari kita. Hanya saja memang kita belum dikenal, sehingga belum banyak kalangan pecinta ikan hias tahu,” ujarnya.

Lihat juga...