LONDON –– Posisi Everton di papan klasemen sementara Liga Primer Inggris masih rawan. Tim asuhan Ronald Koeman gagal mengoreksi posisinya di papan klasemen secara signifikan karena tak mampu meraih poin maksimal di Amex Stadium, markas Brighton & Hove Albion.
The Toffes, julukan Everton hanya sanggup membawa pulang satu angka setelah bermain imbang 1-1. Itu pun didapat dengan suah payah. The Toffees nyaris tergelincir untuk kelima kalinya dari enam laga terakhir di Liga Primer, sebelum Wayne Rooney keluar sebagai penyelamat. Rooney menggagalkan kemenangan tuan rumah yang dicetak Antony Knockaert menit 82, melalui eksekusi penalti saat laga memasuki injury time.
Sang manajer Koeman mengakui laga kontra Brighton & Hove Albion tidak berjalan mudah. Hanya saja, manajer asal Belanda itu mengklaim bahwa Everton seharusnya mendapat dua hadiah penalti. Ia menilai Everton tidak beruntung karena wasit Michael Oliver tidak memberikan hadiah penalti di awal laga.
“Seharusnya kami mendapat penalti. Jika wasit melihat lagi rekaman pertandingan, jelas seharusnya penalti. Wasit tidak melihat saat Pascal Gross menarik kasos Gylfi Sigurdsson di dalam kotak dan kami tidak bisa komplain hari ini,” keluhnya.
Everton bertahan dengan catatan buruk gagal meraih kemenangan pada 12 laga terakhirnya di berbagai kompetisi. Catatan ini adalah catatan buruk terlama kedua setelah catatan 13 laga tanpa kemenangan yang mereka torehkan pada 2002.
Hasil ini juga membuat posisi Koeman semakin sulit. Dipercaya, posisinya sebagai manajer Everton hanya tinggal menunggu waktu. Beberapa nama sempat disebutkan sebagai kandidat pengganti. Salah satu kandidat yang kuat, manajer Newcastle United, Rafael Benitez