Yayasan Damandiri Gelar Pelatihan Sistem Pertanian Organik
YOGYAKARTA — Yayasan Damandiri bekerja sama dengan Tim Demplot Yayasan Damandiri Waringin Agritech menggelar acara pelatihan sistem pertanian organik “Menyongsong Era Ketahanan Pangan dan Ekonom Rakyat” bertempat di Balai Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Rabu (06/09/2017) siang. Acara ini diikuti sebanyak 30 peserta dan digelar pada 6-19 September 2017.
Digelar sebagai bagian Program Pemberdayaan Desa Damandiri Lestari, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani melalui penerapan teknologi pertanian organik. Selama dua minggu para peserta nantinya akan diajarkan seluruh proses pertanian sistem organik, mulai dari pengolahan tanah, pembuatan pupuk hingga tata cara penanaman, termasuk pendampingan dalam hal pemasaran.
Tim Demplot Yayasan Damandiri, Dhany HMS, menyatakan seluruh peserta pelatihan ini berasal dari lima desa yakni desa binaan program Desa Mandiri Lestari yakni Desa Pesantunan Brebes, Desa Madura Cilacap, Desa Argomulyo Bantul, Desa Selo, Boyolali, dan Desa Trirenggo, Bantul. Setiap desa tersebut nantinya akan dibuatkan demplot (lahan percontohan) pada masing-masing desa, berupa tanaman cabai puyang serta tanaman potensi lokal setiap desa seperti bawang merah.
Hadir membuka acara, Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya, mengatakan kegiatan pelatihan ini diadakan untuk memperbaiki kesejahteraan petani. Menurutnya petani tidak saja cukup sejahtera namun juga harus mandiri. Hal itu hanya akan tercapai dengan melibatkan langsung elemen masyarakat itu sendiri.
“Kata kuncinya adalah meningkatkan produktivitas. Yakni dengan melakukan inovasi dan pembaruan teknologi. Jika efektivitas dan produktivitas meningkat maka kesejahteraan petani juga akan meningkat. Yayasan Damandiri lewat Program Desa Damandiri Lestari berupaya membantu menggali potensi sumber daya lokal masyarakat di tiap daerah, salah satunya di bidang pertanian,” katanya.
Sementara itu Kepala Desa Argomulyo, Bambang Sarwono, mengaku sangat mendukung kegiatan pelatihan pertanian organik ini karena akan dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Pelatihan ini juga diharapkan membuat petani dapat membuat pupuk organik sendiri untuk kemudian diujicobakan di lahan pertanian masing-masing.
“Saya berharap nantinya para peserta dapat mengembangkan pertanian organik ini sehingga dapat menjadi contoh bagi petani lain. Karena selain membantu memberdayakan petani, hal ini juga dapat berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, melalui produk pangan yang lebih sehat,” katanya.