JAKARTA – Beragam tradisi menyambut datangnya tahun baru Islam, 1439 Hijriyah, digelar di hampir seluruh daerah di Indonesia. Momentum yang selalu berbarengan dengan pergantian tahun baru Jawa, Suro, itu pun semakin terasa memberikan pengharapan besar, agar di tahun baru ini kehidupan akan semakin jauh lebih baik. Hal ini pula yang diungkapkan oleh putri Presiden Kedua RI, HM Soeharto, Siti Hediati Haryadi.
Dalam keterangannya yang diterima Kamis (21/9/2017), Anggota DPR/MPR RI yang akrab disapa Mbak Titiek Soeharto tersebut, mengatakan, spirit tahun baru Hijriyah, 1 Muharram adalah ‘HIJRAH’, yaitu bergerak membangun peradaban dari situasi yang kurang baik menjadi semakin baik dalam bimbingan-Nya.
Titiek Soeharto mengingatkan, tantangan bangsa Indonesia masih sangat besar. Di antaranya, bagaimana mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin yang masih teramat lebar, juga tantangan kedaulatan di semua sektor, termasuk kedaulatan pangan.
“Bagaimana kita bisa memanfaatkan kekayaan alam yang dikaruniakan Allah untuk bangsa kita dengan sebaik-baiknya, untuk kesejahteraan rakyat dan terlepas dari ketergantungan impor. Begitu pula tantangan peran politik luar negeri yang harus dihadapi dengan lebih tangguh, sehingga kita bisa kembali menjadi Macan Asia,” tegas Titiek.
Menurut Titiek Soeharto, segenap tantangan tersebut memerlukan tekad seluruh anak bangsa untuk benar-benar hijrah, membulatkan tekad meninggalkan kesalahan dan membenahi kekurangan demi kemajuan bangsa.
“Kita harus benar-benar hijrah dengan berpegang teguh pada Pancasila dan mengoptimalkan setiap energi kebangsaan kita untuk membangun,” tegasnya.
Titiek pun berharap, semoga bangsa ini selalu dalam lindungan dan curahan rahmat-Nya. “Dan, semoga momentum Tahun Baru Hijriyah ini, kita semua, segenap bangsa Indonesia, bisa memanfaatkan untuk berefleksi dan mengevaluasi kinerja kebangsaan yang kurang optimal, agar menjadi semakin optimal, menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” pungkasnya.