Sapi Kurban Sultan HB X dan Titiek Soeharto, Sehat

YOGYAKARTA – Ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya mengantri untuk mendapatkan daging kurban di Masjid Gede Kauman Yogyakarta, Jumat (1/9/2017) sore. Mereka mengantri di Bangsal Pakulon, sisi sebelah utara Masjid Gede Kauman Yogyakarta sejak selepas Azhar. 

Suryanto menerima bungkusan daging kurban. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Warga berasal dari berbagai daerah di Yogyakarta dan sekitarnya ini mendapat bungkusan daging seberat kurang lebih 1 kilogram. Salah satunya, Suryanto, warga Gedongtengen, Yogyakarta. Datang bersama istrinya, ia mengaku rutin mengambil daging kurban setiap tahun di Masjid Gede Kauman.

“Ke sini untuk mengambil daging. Ini dapat satu bungkus isi balungan (tulang) dan sedikit daging. Tidak pakai girik (kartu), hanya setelah dapat, tangan dicoret saja,”katanya.

Panitia Kurban Masjid Gede Kauman, Indrawani, menyebut dari 12 ekor sapi dan 23 ekor kambing kurban yang disembelih, diperoleh sekitar 2.600 kilogram daging sapi dan 115 kilogram daging kambing. Seluruh daging tersebut dibagikan kepada warga, baik warga sekitar maupun warga yang sebelumnya mengajukan proposal.

“Untuk satu kambing rata-rata diperoleh sekitar 5 kilogram daging. Sedangkan untuk sapi per ekor sekitar 200 kilogram. Khusus untuk sapi Sultan dan Mbak Titiek Soeharto lebih banyak sekitar 300-400 kilogram. Jika ditotal untuk sapi saja sekitar 2.600 kilogram lebih ,” katanya.

Jumlah bungkusan daging yang dibagikan sendiri dikatakan mencapai 1.000 bungkus lebih. Selain dibagikan ke warga sekitar, daging juga didistribusikan ke berbagai pelosok daerah di DIY, baik Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, hingga luar DIY seperti Magelang, Klaten, Purworejo, hingga Pacitan.

Panitia lainnya, Azman Latief, mengatakan dari 12 sapi kurban yang disembelih, sebanyak 4 ekor sapi diketahui berpenyakit cacing hati. Organ hati yang tidak layak konsumsi tersebut kemudian dibuang dan tidak dibagikan kepada warga.

“Sapi yang terkena cacing hati itu nomor urut 1, 2, 4 dan 9. Itu kita beli ada yang dari pedagang Bantul, Sleman, serta Grabag, Magelang, Jawa Tengah. Tapi, tidak semua kena cacing hati. Untuk sapi Sri Sultan Hamengkubuwono X dan sapi Mbak Titiek Soeharto tidak ditemukan cacing hati,” katanya.

Lihat juga...