Relawan Bagikan Air Gratis di Lamsel

LAMPUNG — Kemarau yang melanda wilayah Lampung Selatan ikut menjadi keprihatinan bagi pegiat literasi dengan melakukan gerakan bagi-bagi air bersih secara gratis kepada ratusan masyarakat di wilayah Dusun Kayu Tabu, Dusun Pematang Macan, yang mulai mengalami kesulitan air bersih.

Hamdani, relawan chips pustaka dari perahu pustaka menyiapkan tower air bersih bagi warga kekurangan air bersih. [Foto: Henk Widi]
Hamdani Rangkatyo Sutan, salah satu relawan perahu pustaka, dengan chips pustakanya, mengatakan, kegiatan bagi-bagi air bersih tersebut sekaligus dilakukan bersamaan dengan kedatangan relawan literasi perahu pustaka yang terdiri dari motor pustaka dan chips pustaka membawa ratusan buku bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Hamdani menyebut, selama ini perjalanan chips pustaka yang berada di wilayah Sidomulyo, perahu dan motor pustaka di wilayah pesisir hanya membawa buku-buku kepada anak-anak yang tinggal di pesisir dan pelosok pedesaan, dengan realitas kekurangan air bersih pada musim kemarau. Hamdani bersama Radmiadi dan Ardy Anto, bahkan turun langsung membagikan air bersih bagi ratusan warga yang telah membawa jerigen air rata-rata dua jerigen per keluarga, bahkan lebih dengan kapasitas sekitar 20 liter per jerigen.

“Selama perjalanan kita keliling menebar virus literasi dengan membawa buku-buku. Kami melihat para warga juga kekurangan air bersih untuk kebutuhan untuk mandi, mencuci dan memasak, bahkan sebagian harus membeli, sehingga kita sepakat mendonasikan air bersih bagi masyarakat”, beber Hamdani, saat ditemui Cendana News di Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Sabtu (16/9/2017).

Hamdani menyebut, dengan menggunakan sebuah kendaraan roda empat pembagian air dilakukan secara bertahap, agar warga tidak mengantri dengan membawa tower penampungan air masing-masing 1000 liter yang dibagikan kepada warga. Tiga tower air bersih tersebut dialirkan ke jerigen milik warga yang sudah menunggu untuk mendapat pasokan air bersih dari komunitas perahu pustaka yang sudah menyediakan air bersih dengan sistem antrian menggunakan nomor.

Pemberian antrian menggunakan nomor tersebut, menurut Hamdani, dilakukan untuk menghindari rebutan air sebanyak 3.000 liter, yang dibagikan dan direncanakan akan dibagikan ke sejumlah tempat secara berkelanjutan, terutama wilayah pesisir yang selama ini disambangi perahu pustaka. Kaum perempuan yang membawa jerigen dan ember terlihat antusias, di antaranya diantar para suami menggunakan kendaraan roda dua untuk pengangkutan air bersih ke rumah masing-masing.

Hamdani berharap, dengan pemberian air bersih oleh relawan perahu pustaka tersebut, bisa membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih, sehingga bisa meringankan beban masyarakat yang mengeluarkan biaya ekstra untuk kebutuhan air bersih selama kemarau. Targetnya ia berharap sebagian warga lain yang kekurangan air bersih akan mendapatkan kesempatan memperoleh air bersih pada kesempatan yang lain.

Salah satu ibu rumah tangga di Dusun Kayu Tabu, Sumini, menyebut, ratusan warga di desa tersebut sangat bersyukur dengan adanya bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat menjelang sore yang merupakan puncak kebutuhan air bersih.

“Terus terang kami masyarakat memilih mendapat bantuan air bersih dibandingkan uang atau bantuan lain terutama di wilayah kami kekeringan sudah sangat terasa”, jelas Sumini.

Ia juga mengatakan, keberadaan relawan perahu pustaka yang selama ini kerap membawa buku-buku bagi anak-anak ternyata memiliki kepedulian terhadap masyarakat dengan membagikan air bersih secara cuma-cuma, bahkan warga berharap bantuan bisa diberikan setiap hari selama musim kemarau.

Samsul Maarif, selaku Kepala Dusun Kayu Tabu yang menginformasikan kepada warganya akan bantuan air bersih dari relawan perahu pustaka berupa ribuan liter air bersih mengaku senang warganya menerima bantuan air secara gratis. Kebutuhan air bersih yang cukup besar dengan fasilitas sumur gali dan sungai yang sudah tak mengalirkan air dengan debit yang besar diakui Samsul membuat warga kekurangan air bersih hampir selama satu bulan terakhir.

“Saat ini belum puncak musim kemarau dan sudah sulit memperoleh air bersih, sehingga kami sangat membutuhkan adanya bantuan air bersih”, beber Samsul.

Samsul juga mengatakan, sebagian warga bahkan rela membeli air bersih yang diambil dari sumur bor yang dimiliki di rumah tanah air pustaka dengan harga di bawah penjual air bersih yang menjual seharga Rp70 ribu untuk ukuran 1.200 liter. Namun, oleh perahu pustaka air bersih justru diberikan secara cuma-cuma. Tercatat ada 200 jerigen air bersih berbagai ukuran termasuk ember dibawa ratusan warga tersebut untuk mendapatkan air bersih dari relawan perahu pustaka.

Lihat juga...